![]() |
Dalam peninjauan itu, Wapres Gibran didampingi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, serta Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lotharia Latif.
Tinjau Fasilitas Nelayan Terintegrasi
Dalam kunjungannya, Wapres melihat langsung sejumlah fasilitas penunjang yang telah dibangun di kawasan KNMP untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan.Beberapa fasilitas yang ditinjau antara lain:
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN)
- gudang beku portabel
- pabrik es portabel
- fasilitas pendukung hasil tangkapan ikan
Gibran Dorong Kawasan Nelayan Lebih Modern
Usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Al-Bakrie, Wapres Gibran sempat menyinggung kunjungannya ke kawasan nelayan di Lampung Timur.“Tadi pagi-pagi ke kampung nelayan di Lampung Timur bertemu kepala desa ya,” ujarnya singkat.
Baca Juga: BPS: Pengangguran di Lampung Turun pada Februari 2026, Jumlah Pekerja Meningkat
Dalam keterangannya, Wapres menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas dan pelayanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih agar masyarakat pesisir dapat lebih fokus meningkatkan hasil produksi perikanan.
“Maksimalkan fasilitas dan pelayanan, agar masyarakat bisa fokus mencari ikan dan meningkatkan hasil produksi,” ujar Gibran.
Menurutnya, gudang beku yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyimpan hasil laut secara langsung setelah melaut.
Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Timur menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong modernisasi kawasan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir.
Melalui pembangunan fasilitas terintegrasi seperti gudang beku, SPBN, hingga sentra kuliner laut, kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat potensi pesisir Lampung di masa depan.
Dalam keterangannya, Wapres menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas dan pelayanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih agar masyarakat pesisir dapat lebih fokus meningkatkan hasil produksi perikanan.
“Maksimalkan fasilitas dan pelayanan, agar masyarakat bisa fokus mencari ikan dan meningkatkan hasil produksi,” ujar Gibran.
Gudang Beku Dinilai Bantu Nelayan Pascapanen
Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas terintegrasi di KNMP diharapkan mampu membantu aktivitas nelayan, termasuk dalam proses penyimpanan hasil tangkapan.Menurutnya, gudang beku yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyimpan hasil laut secara langsung setelah melaut.
Baca Juga: Gubernur Lampung dan Menteri PKP Tanam Pohon di Taman Kehati Lampung Selatan
“Dengan adanya gudang beku, masyarakat dapat menyimpan hasil tangkapannya langsung di sini juga,” kata Wahyu.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil laut sekaligus meningkatkan nilai jual produk perikanan masyarakat.
Sentra kuliner tersebut nantinya akan menghadirkan berbagai makanan khas berbahan dasar hasil tangkapan nelayan lokal.
“Olahan-olahan dari masyarakat sini, terutama hasil ikan, nantinya bisa menjadi ciri khas kawasan pesisir ini,” ujar Wahyu.
Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung sektor wisata pesisir di Lampung Timur.
Menurut Wahyu, masyarakat pesisir berharap kawasan tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam jangka panjang.
“Harapan masyarakat bahwasanya ini bisa continue, tidak hanya gebrakan,” tutupnya.
Dengan fasilitas yang lebih modern dan terintegrasi, kawasan pesisir diharapkan mampu:
“Dengan adanya gudang beku, masyarakat dapat menyimpan hasil tangkapannya langsung di sini juga,” kata Wahyu.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil laut sekaligus meningkatkan nilai jual produk perikanan masyarakat.
Sentra Kuliner Olahan Laut Disiapkan
Selain fasilitas perikanan, pemerintah desa juga tengah menyiapkan pengembangan sentra kuliner berbasis hasil laut sebagai bagian dari pengembangan kawasan pesisir.Sentra kuliner tersebut nantinya akan menghadirkan berbagai makanan khas berbahan dasar hasil tangkapan nelayan lokal.
“Olahan-olahan dari masyarakat sini, terutama hasil ikan, nantinya bisa menjadi ciri khas kawasan pesisir ini,” ujar Wahyu.
Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung sektor wisata pesisir di Lampung Timur.
Diharapkan Berjalan Berkelanjutan
Pemerintah desa berharap pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi dapat terus berjalan secara berkelanjutan.Menurut Wahyu, masyarakat pesisir berharap kawasan tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam jangka panjang.
“Harapan masyarakat bahwasanya ini bisa continue, tidak hanya gebrakan,” tutupnya.
Lampung Perkuat Kawasan Pesisir Modern
Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Lampung.Dengan fasilitas yang lebih modern dan terintegrasi, kawasan pesisir diharapkan mampu:
- meningkatkan produktivitas nelayan
- memperkuat ekonomi masyarakat pesisir
- mendukung pengolahan hasil laut
- menciptakan sentra ekonomi baru di daerah pesisir
Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Timur menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong modernisasi kawasan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir.
Melalui pembangunan fasilitas terintegrasi seperti gudang beku, SPBN, hingga sentra kuliner laut, kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat potensi pesisir Lampung di masa depan.
