LAMPUNG INSIGHT – Balai Bahasa Provinsi Lampung menobatkan generasi muda pelestari bahasa dan literasi dalam ajang Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 yang digelar di Balai Keratun, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tahunan yang digelar bersama Ikatan Duta Bahasa Provinsi Lampung tersebut menjadi wadah lahirnya anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta literasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Acara dibuka Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo.
Ketua Panitia Pemilihan Duta Bahasa Lampung 2026, Hasnawati Nasution mengatakan proses seleksi berlangsung ketat sejak tahap administrasi hingga wawancara akhir.
Baca Juga: Pemprov Lampung Beri Diskon Pajak Kendaraan dan Balik Nama Mulai Juni 2026
“Seleksi pertama adalah seleksi berkas dengan jumlah peserta yang lolos sebanyak 189 orang. Pada tahap seleksi UKBI peserta yang lolos sebanyak 76 orang. Selanjutnya, 20 peserta terbaik lolos menjadi finalis Duta Bahasa Lampung 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung yang diwakili Rima Ulfayanti menegaskan bahwa ajang Duta Bahasa bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya membangun generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah.
Menurut dia, para finalis merupakan anak muda yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia, mencintai bahasa daerah, sekaligus menguasai bahasa asing sebagai jendela pengetahuan global.
Baca Juga: Pemkab Lampung Selatan Percepat Pembangunan SPPG di Wilayah 3T
“Saya percaya seluruh finalis merupakan generasi muda terbaik yang memiliki kepedulian terhadap bahasa Indonesia dan budaya daerah,” kata Rima.
Dalam sambutannya, Ganjar Jationo menilai generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan, termasuk dalam membangun budaya berbahasa yang baik di media sosial.
Ia mengatakan bahasa yang digunakan di ruang digital bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter dan etika generasi bangsa.
“Bahasa di media sosial mencerminkan karakter, etika, dan kualitas generasi muda saat ini,” tegasnya.
Ganjar memastikan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung program pembinaan bahasa, sastra, dan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Baca Juga: Petani Kopi Lokal Tembus Pasar Malaysia, Poktan Mekar Lestari Kembangkan Produk Hilirisasi
Persaingan finalis berlangsung melalui tahapan wawancara dan presentasi program krida bahasa. Sejumlah inovasi kreatif ditampilkan peserta dengan memanfaatkan pendekatan digital dan teknologi.
Beberapa inovasi yang menarik perhatian di antaranya permainan edukasi penyusunan kata beraksara Lampung, aplikasi berbasis Meta AI di WhatsApp yang berfungsi sebagai kamus bahasa Lampung dan pusat informasi budaya, hingga kartu aksara Lampung untuk penyandang tunanetra.
Produk-produk tersebut dinilai menjadi bentuk nyata pelestarian bahasa daerah melalui pendekatan yang lebih modern dan mudah diakses generasi muda.
Pada malam penganugerahan, Terbaik I Putra Duta Bahasa Lampung 2026 diraih Galih Widhia Putra dari Institut Teknologi Sumatra.
Sementara Terbaik I Putri diraih Geri Melda Rina, alumnus Universitas Lampung.
Posisi Terbaik II Putra diraih Fahza Aditia Arif dan Terbaik II Putri diraih R. J. Bladys Sultany Xyalam.
Sedangkan posisi Terbaik III diraih Muhammad Luthfi Handika dan Gusti Maharani.
Panitia juga memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori lain seperti Duta Favorit, Duta Emas, Duta Multimedia, hingga Duta Berbakat.
Melalui ajang tersebut, Balai Bahasa Provinsi Lampung berharap para Duta Bahasa 2026 mampu menjadi pelopor generasi muda dalam menjaga bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.







