Petani Kopi Lokal Tembus Pasar Malaysia, Poktan Mekar Lestari Kembangkan Produk Hilirisasi

Petani Kopi Lokal Tembus Ekspor Malaysia Lewat Produk Hilirisasi
Petani Kopi Lokal Tembus Pasar Malaysia | Foto: unsplash/Maryam Sicard

LAMPUNG INSIGHT – Kelompok Tani (Poktan) Mekar Lestari bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cagar Alam berhasil membuktikan bahwa petani desa mampu bersaing di pasar internasional. Melalui penguatan kapasitas usaha dan pengembangan produk hilirisasi, para petani kopi lokal kini sukses memperluas pasar hingga ke Malaysia.

Keberhasilan tersebut menjadi langkah penting bagi petani kopi Indonesia untuk tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar global.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Uno mengatakan para petani mendapatkan pendampingan usaha sekaligus pengenalan teknologi pengolahan produk kopi yang lebih modern.

“Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknologi hilirisasi produk kopi melalui pembuatan cascara, yakni minuman teh herbal berbahan kulit buah kopi atau ceri kopi yang dikeringkan. Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang pasar baru,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Petani Diberi Pendampingan Bisnis Modern

Transformasi petani kopi ini dimulai dari program pendampingan intensif yang fokus pada penguatan kemandirian usaha kelompok tani.

Para petani mendapatkan pelatihan mengenai penguatan kelembagaan kelompok, penyusunan rencana bisnis, strategi pemasaran, hingga teknik presentasi bisnis atau pitching.

Baca Juga: PLN Periksa Gangguan Listrik di Sejumlah Wilayah Sumatera

Pendampingan tersebut bertujuan agar petani tidak hanya memahami proses budidaya kopi, tetapi juga mampu mengelola bisnis secara profesional dan berorientasi ekspor.

Produk Cascara Jadi Inovasi Baru

Dalam program pengembangan tersebut, petani juga diperkenalkan dengan produk hilirisasi kopi berupa cascara.

Cascara merupakan minuman herbal yang dibuat dari kulit buah kopi atau ceri kopi yang dikeringkan. Produk ini mulai diminati karena memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding limbah kopi biasa.

Pengembangan cascara dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi petani sekaligus meningkatkan pendapatan melalui diversifikasi produk.

Petani Kopi Lokal Tembus Ekspor Malaysia Lewat Produk Hilirisasi
Kopi Lokal | Foto: unsplash/A. C.

Tembus Program Desa Bisa Ekspor

Langkah Poktan Mekar Lestari menuju pasar global semakin terbuka setelah kelompok tersebut berhasil lolos dalam Program Desa Bisa Ekspor yang digagas Kementerian Perdagangan.

Melalui program itu, para petani memperoleh kesempatan melakukan sesi pitching bersama Atase Perdagangan Kairo untuk menjajaki pasar internasional yang lebih luas.

Baca Juga: Sambal Seruit Buk Lin Jadi Kuliner Legendaris Favorit di Lampung

“Tak hanya itu, Poktan Mekar Lestari juga berhasil masuk pasar ekspor Malaysia. Produk kopi mereka kini mulai dipasarkan untuk kebutuhan roastery, kafe, hingga sekolah barista kopi di negara tersebut,” lanjut Sandiaga.

Kopi Lokal Mulai Diakui Pasar Internasional

Keberhasilan ekspor ini menunjukkan petani kopi lokal mulai mampu naik kelas dalam rantai industri kopi global.

Dengan dukungan pelatihan, penguasaan manajemen usaha, dan inovasi produk hilirisasi, petani tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku mentah.

Kini, produk kopi lokal Indonesia mulai mendapat tempat di pasar internasional, termasuk untuk kebutuhan industri kopi modern seperti roastery dan sekolah barista di Malaysia.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas petani dan pengembangan hilirisasi produk dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *