
Meningkatnya optimisme investor terhadap kondisi geopolitik dinilai mampu menekan kekhawatiran inflasi global yang sebelumnya sempat memicu gejolak pasar.
Harga Emas Spot Naik
Berdasarkan laporan pasar internasional, harga emas spot tercatat naik sekitar 0,7 persen menjadi 4.719,68 Dolar AS per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga mengalami kenaikan sekitar 0,4 persen ke level 4.730,70 Dolar AS per ons.Baca Juga: Daftar Lengkap UMK Lampung 2026, Bandar Lampung Tertinggi
Penguatan ini terjadi setelah muncul sinyal bahwa tensi konflik antara AS dan Iran mulai mereda dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata masih tetap berlaku meski sempat terjadi insiden terbaru di kawasan konflik.
Penguatan ini terjadi setelah muncul sinyal bahwa tensi konflik antara AS dan Iran mulai mereda dalam beberapa hari terakhir.
Konflik AS-Iran Mulai Reda
Pasar global sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Namun belakangan, situasi disebut mulai lebih stabil setelah kedua pihak memberikan sinyal bahwa kondisi keamanan masih terkendali.Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata masih tetap berlaku meski sempat terjadi insiden terbaru di kawasan konflik.
Baca Juga: Lampung Masuk Daftar Provinsi dengan Rasio Dokter Terendah di Indonesia Tahun 2026
Di sisi lain, pemerintah Iran juga mengklaim kondisi keamanan nasional mulai terkendali. Kondisi tersebut membuat investor kembali masuk ke pasar logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibanding estimasi analis yang sebelumnya memperkirakan sekitar 62 ribu pekerjaan baru. Data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, pemerintah Iran juga mengklaim kondisi keamanan nasional mulai terkendali. Kondisi tersebut membuat investor kembali masuk ke pasar logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Data Tenaga Kerja AS Ikut Dorong Pasar
Selain faktor geopolitik, penguatan harga emas juga dipicu data tenaga kerja Amerika Serikat yang dinilai lebih baik dari perkiraan pasar. Amerika Serikat dilaporkan berhasil menambah sekitar 115 ribu lapangan kerja sepanjang bulan lalu.Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibanding estimasi analis yang sebelumnya memperkirakan sekitar 62 ribu pekerjaan baru. Data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
Harga Perak Ikut Melonjak
Tidak hanya emas, harga perak dunia juga mengalami kenaikan signifikan. Harga perak dilaporkan menembus level 80 Dolar AS per ons, yang menjadi level tertinggi sejak pertengahan Maret 2026.Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Timur
Secara mingguan, kenaikan harga perak bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 7 persen. Penguatan ini terjadi seiring membaiknya sentimen investor dan meningkatnya minat terhadap aset logam mulia.
Sementara itu, harga perak sempat melemah hampir 14 persen akibat:
Meski begitu, investor masih mencermati perkembangan ekonomi global yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan 8 Mei 2026 didorong membaiknya sentimen pasar terkait meredanya konflik AS-Iran serta kuatnya data tenaga kerja Amerika Serikat.
Selain emas, harga perak juga mengalami kenaikan signifikan di tengah optimisme investor terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global yang mulai stabil.
Secara mingguan, kenaikan harga perak bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 7 persen. Penguatan ini terjadi seiring membaiknya sentimen investor dan meningkatnya minat terhadap aset logam mulia.
Pasar Masih Dibayangi Tekanan Global
Meski harga emas mulai pulih, pasar logam mulia sebenarnya masih berada dalam tekanan sejak pecahnya konflik geopolitik pada akhir Februari lalu. Selama beberapa bulan terakhir, harga emas tercatat masih mengalami penurunan lebih dari 10 persen.Sementara itu, harga perak sempat melemah hampir 14 persen akibat:
- lonjakan harga minyak dunia
- tekanan inflasi global
- ketidakpastian ekonomi internasional
Investor Masih Pantau Kondisi Dunia
Analis menilai pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan masih sangat dipengaruhi kondisi geopolitik dan kebijakan suku bunga global. Jika konflik internasional terus mereda dan tekanan inflasi mulai stabil, pasar diperkirakan akan bergerak lebih positif.Meski begitu, investor masih mencermati perkembangan ekonomi global yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan 8 Mei 2026 didorong membaiknya sentimen pasar terkait meredanya konflik AS-Iran serta kuatnya data tenaga kerja Amerika Serikat.
Selain emas, harga perak juga mengalami kenaikan signifikan di tengah optimisme investor terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global yang mulai stabil.