Prabowo Soroti Karhutla Way Kambas, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Prabowo Soroti Karhutla Way Kambas, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Prabowo Soroti Kebakaran di Way Kambas

LAMPUNGINSIGHT.NET – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Perhatian tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat secara virtual untuk membahas penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam rapat itu, Prabowo secara khusus meminta jajarannya memperhatikan kondisi di Lampung, terutama kawasan TNWK yang menjadi salah satu wilayah terdampak kebakaran.

“Lampung ada, iya Way Kambas, Taman Nasional itu fokus kita juga ya,” kata Prabowo.

Presiden menyebut telah menerima laporan mengenai adanya titik panas atau hotspot serta kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut.

“Saya dapat laporan itu juga ada hotspot di situ, dan sudah ada kebakaran beberapa hektare gitu, ya,” ujarnya.

Khawatirkan Habitat Gajah Sumatra

Prabowo menilai kebakaran di TNWK perlu mendapatkan perhatian serius karena kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah konservasi penting di Indonesia.

Taman Nasional Way Kambas menjadi salah satu habitat penting bagi gajah Sumatra. Karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan terhadap satwa dan ekosistem di dalam kawasan konservasi.

“Dan di situ kan taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya, gajah-gajah terakhir di termasuk di Sumatera harus kita rawat dengan baik,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dampak karhutla terhadap habitat satwa liar. Kebakaran yang meluas berpotensi mengganggu kawasan tempat satwa mencari makan, berlindung, dan berkembang biak.

Karena itu, Prabowo meminta jajarannya memperkuat koordinasi dalam menangani kebakaran di kawasan Way Kambas.

Sekitar 100,7 Hektare Masih Terbakar

Karhutla di kawasan TNWK diketahui telah berlangsung sejak Jumat (21/8/2026).

Hingga Senin (24/8/2026), sekitar 100,7 hektare lahan masih terbakar.

Luas area yang terdampak tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan tambahan, terutama untuk menjangkau titik-titik api yang berada di kawasan sulit diakses melalui jalur darat.

Pemerintah kemudian menyiapkan dukungan pemadaman dari udara melalui operasi water bombing.

Dua Helikopter Water Bombing Disiapkan

Pemerintah pusat telah menyiapkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu menangani karhutla di Lampung.

Dua helikopter tersebut didatangkan dari dua wilayah, yakni Palembang dan Jawa Timur.

Helikopter water bombing akan digunakan untuk menjatuhkan air dari udara ke titik-titik yang masih mengalami kebakaran. Metode tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemadaman, khususnya pada area yang sulit dijangkau oleh personel di darat.

Pengerahan helikopter juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah kebakaran meluas lebih jauh di kawasan TNWK.

Sebelumnya, BPBD Lampung juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla di sekitar Way Kambas terus dilakukan bersama tim gabungan.

Penanganan Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah

Instruksi Presiden Prabowo membuat penanganan karhutla di TNWK menjadi perhatian pemerintah pusat.

Selain karena luas area yang terbakar, keberadaan kawasan konservasi dan habitat satwa dilindungi membuat kebakaran di Way Kambas memiliki risiko lebih besar.

Upaya pemadaman tidak hanya bertujuan menghentikan penyebaran api, tetapi juga mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas.

Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, dan unsur terkait lainnya diperlukan agar proses pemadaman dapat berjalan efektif.

Dengan dua helikopter water bombing yang disiapkan dari Palembang dan Jawa Timur, pemerintah berharap titik-titik api di kawasan TNWK dapat segera dikendalikan.

Perkembangan kondisi karhutla di Way Kambas selanjutnya masih akan dipantau berdasarkan kondisi lapangan dan hasil penanganan tim gabungan.(hk)