News  

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lima Kali

LAMPUNGINSIGHT.NET – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Senin (24/8/2026). Aktivitas vulkanik tercatat terjadi sebanyak lima kali sejak pagi hari, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 09.41 WIB.

Kolom letusan teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.

Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan berlangsung selama 77 detik.

Erupsi Berulang dalam Waktu Singkat

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali terjadi hanya dua menit setelah erupsi pertama.

Pada pukul 09.43 WIB, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak.

Erupsi kedua tercatat memiliki amplitudo maksimum 49 milimeter dengan durasi 25 detik.

Aktivitas vulkanik kemudian kembali teramati pada pukul 10.11 WIB. Kali ini kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak.

Kolom abu kembali terlihat berwarna kelabu hingga hitam dan bergerak ke arah barat laut.

Tidak berhenti di sana, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 10.24 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter.

Erupsi kelima tercatat pada pukul 10.48 WIB. Kolom abu kembali mencapai ketinggian sekitar 250 meter di atas puncak dengan arah sebaran menuju barat hingga barat laut.

Dengan lima kejadian tersebut, aktivitas erupsi GAK pada Senin pagi berlangsung dalam rentang waktu kurang lebih satu jam.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut, Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III atau Siaga.

Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api untuk menghindari risiko yang dapat muncul akibat aktivitas erupsi.

Pengunjung, wisatawan, pendaki, maupun masyarakat lainnya juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Pembatasan tersebut menjadi bagian dari rekomendasi keselamatan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui pengamatan visual dan instrumen kegempaan.

Masyarakat yang berada di wilayah sekitar Selat Sunda, termasuk wisatawan dan nelayan, diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Setiap perkembangan aktivitas gunung api perlu mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari pihak berwenang.

Dengan aktivitas erupsi yang kembali terjadi beberapa kali dalam waktu berdekatan, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting. Terlebih, kondisi Gunung Anak Krakatau masih dinamis dan terus dipantau oleh petugas.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif dan selalu mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Catatan: Informasi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Ikuti pembaruan resmi PVMBG untuk mengetahui perkembangan terbaru dan rekomendasi keselamatan.(hk)