345 Koperasi Merah Putih Berdiri di Lampung, Terbanyak di Luar Jawa

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Lampung yang menjadi terbanyak di luar Pulau Jawa tahun 2026.
Ilustrasi : Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Lampung Insight – Provinsi Lampung mencatat perkembangan cukup pesat dalam penguatan ekonomi berbasis masyarakat desa dan kelurahan. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 345 unit koperasi baru telah terbentuk di berbagai daerah di Lampung.

Jumlah tersebut menjadikan Lampung sebagai wilayah dengan pertumbuhan koperasi terbanyak di luar Pulau Jawa. Data itu berdasarkan catatan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah melalui berbagai layanan usaha yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Lampung Jadi Daerah Terdepan Pengembangan Koperasi

Perkembangan koperasi di Lampung dinilai cukup cepat dibanding sejumlah daerah lain di Indonesia. Selain didukung pemerintah daerah, pembangunan koperasi juga melibatkan berbagai pihak untuk mempercepat operasional di tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, berdasarkan data yang tercantum di laman Simkopdes, jumlah koperasi yang telah terdaftar secara nasional mencapai 2.651 unit.

Baca Juga: Lampung Masuk 10 Besar Provinsi Pengirim Jemaah Haji Terbanyak di Indonesia Tahun 2025

Keberadaan ratusan titik di Lampung menunjukkan antusiasme pemerintah daerah dalam mendukung program penguatan ekonomi kerakyatan.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, koperasi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan perputaran usaha lokal hingga membuka peluang kerja baru di daerah.

Prabowo Resmikan Program Koperasi Secara Nasional

Peresmian operasional program koperasi dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto secara terpusat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Di Lampung, kegiatan tersebut diikuti secara virtual dari kawasan Way Halim, Bandar Lampung.

Baca Juga: Lampung Kerja Sama Strategis dengan Malaysia di Sektor Pariwisata hingga Energi Hijau

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah mendukung percepatan pembangunan koperasi melalui pemanfaatan aset yang belum digunakan secara optimal.

Menurutnya, sejumlah lokasi milik pemerintah berpotensi dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemprov Lampung Siapkan Aset dan Infrastruktur

Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI Angkatan Darat juga mulai melakukan inventarisasi aset yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pembangunan pusat ekonomi baru di desa dan kelurahan bisa berjalan lebih cepat dan merata.

Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga mendorong agar koperasi nantinya mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Keberadaan fasilitas usaha di tingkat lokal dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan ekonomi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Unit Usaha yang Akan Hadir di Tiap Koperasi

Berbagai jenis usaha nantinya akan dikembangkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Beberapa layanan yang direncanakan meliputi:

  • Gerai sembako
  • Apotek dan layanan kesehatan
  • Distribusi LPG
  • Layanan pembayaran listrik
  • Penjualan hasil pangan seperti beras dan jagung

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, menyebutkan total terdapat 562 titik yang telah dibangun di wilayah Lampung dan Bengkulu.

Dari jumlah tersebut, 345 titik berada di Lampung dan 217 lainnya di Bengkulu.

Baca Juga: Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Perkuat Kebutuhan Protein Masyarakat

Khusus Kota Bandar Lampung, target pembangunan mencapai 10 titik. Saat ini lima lokasi telah selesai dibangun dan ditargetkan bertambah menjadi delapan titik pada awal Juni 2026.

Dengan perkembangan tersebut, Lampung diproyeksikan menjadi salah satu daerah yang cukup aktif dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *