LAMPUNGINSIGHT.NET – Keterbatasan pasokan listrik masih menjadi tantangan di sejumlah destinasi wisata berbasis alam, termasuk di kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi yang selama ini mengandalkan energi dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan panel surya.
Melihat kondisi tersebut, dua mahasiswa Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya menghadirkan inovasi teknologi yang bertujuan membantu pengelolaan energi listrik secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Sohibul Akbar dan Muhammad Rifki Hidayat yang mengembangkan proyek tersebut sebagai bagian dari tugas akhir atau skripsi mereka.
Hadirkan Sistem Monitoring Energi Secara Real-Time
Dalam proyek tersebut, Muhammad Rifki Hidayat berfokus pada pengembangan sistem monitoring penggunaan energi listrik yang diterapkan pada instalasi PLTA di kawasan wisata mangrove.
Sistem yang dirancang mampu menampilkan berbagai parameter kelistrikan secara real-time sehingga memudahkan pengelola dalam memantau kondisi energi yang tersedia.
Beberapa data yang dapat dipantau melalui sistem tersebut meliputi:
- Tegangan output listrik
- Arus listrik
- Daya aktual
- Konsumsi energi (kWh)
- Frekuensi jaringan
- Faktor daya (power factor)
- Arus yang dihasilkan panel surya
Dengan adanya data tersebut, pengelola dapat mengetahui kondisi sistem kelistrikan secara langsung dan mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi gangguan atau pemborosan energi.
Kontrol Lampu Berbasis Website
Sementara itu, Sohibul Akbar mengembangkan sistem kontrol pencahayaan berbasis website yang diterapkan di kawasan wisata mangrove.
Melalui sistem ini, pengelola dapat mengendalikan lampu secara lebih praktis tanpa harus melakukan pengoperasian secara manual di lapangan.
Area penerangan dibagi menjadi tiga jalur utama, yaitu:
- Area loket
- Area edukasi
- Area dermaga
Seluruh jalur tersebut dapat dikontrol melalui antarmuka website yang telah dirancang khusus untuk kebutuhan pengelola wisata.
Dilengkapi Mode Otomatis dan Manual
Sistem kontrol pencahayaan yang dikembangkan juga memiliki dua fitur utama, yakni mode otomatis dan mode manual.
Pada mode otomatis, lampu akan menyala sesuai jadwal yang telah ditentukan, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Baca Juga: Disdikbud Lampung Siap Dukung Pemanfaatan Kantin Sekolah untuk Dapur MBG
Sementara pada mode manual, pengelola dapat menyalakan atau mematikan lampu tertentu di luar jadwal operasional sesuai kebutuhan melalui perangkat yang terhubung dengan sistem.
Menurut Sohibul, fitur tersebut sangat membantu pengelola dalam mengatur penggunaan energi secara lebih efektif, terutama karena sumber listrik di kawasan wisata masih terbatas.
“Karena sumber listrik di sana terbatas dan hanya mengandalkan PLTA serta panel surya, kami membuat sistem monitoring energi dan kontrol pencahayaan agar penggunaan listrik bisa lebih optimal dan efisien,” ujarnya.
Dukung Pengembangan Ekowisata Berbasis Energi Terbarukan
Inovasi yang dikembangkan kedua mahasiswa ini tidak hanya membantu efisiensi penggunaan listrik, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan wisata yang lebih modern dan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi monitoring dan otomatisasi dinilai mampu meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan tanpa menambah beban konsumsi energi.
Baca Juga: Wagub Lampung Kolaborasi Hexahelix Solusi Tingkatkan Kompetensi Guru
Melalui sistem tersebut, kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi energi terbarukan yang efektif di sektor pariwisata.
Selain itu, inovasi ini juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah yang ramah lingkungan.
“Sistem ini diharapkan dapat membantu pengelolaan kawasan wisata yang lebih modern, hemat energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” kata Sohibul.






