LAMPUNGINSIGHT.NET – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Unggul Tahun 2026 melalui jalur domisili, afirmasi, dan prestasi.
Di tengah proses pengumuman tersebut, muncul berbagai keluhan dari masyarakat terkait kendala sistem saat pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) hingga dugaan adanya peserta yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk ChatGPT, untuk membantu mengerjakan soal ujian.
Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dilakukan dengan pengawasan ketat dan berbasis data.
Peserta Terdampak Gangguan Sistem Diberi Kesempatan Tes Ulang
Thomas menjelaskan, Disdikbud Lampung telah melakukan evaluasi terhadap peserta yang mengalami kendala teknis saat pelaksanaan TPA.
Menurutnya, hanya peserta yang benar-benar tercatat mengalami gangguan sistem yang diperbolehkan mengikuti ujian ulang.
“Peserta yang bisa mengikuti TPA ulang adalah mereka yang memang terdampak gangguan sistem. Datanya ada dan terekam. Jadi tidak bisa seseorang mengaku nilainya kecil lalu meminta tes ulang tanpa dasar yang jelas,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Tes ulang tersebut telah dilaksanakan pada Selasa lalu pukul 13.30 WIB sebagai bentuk upaya memberikan keadilan kepada peserta yang waktu pengerjaannya terganggu akibat masalah teknis.
Baca Juga: Mantan Pekerja BUMD Lampung Adukan Hak Belum Dibayar ke DPRD, Nilainya Capai Ratusan Juta Rupiah
Ia menyebut hasil tes ulang yang dilakukan tidak menunjukkan perubahan nilai yang signifikan dibandingkan hasil sebelumnya.
Pengawasan Diperketat untuk Cegah Kecurangan
Selain persoalan teknis, Disdikbud Lampung juga menanggapi isu dugaan penggunaan perangkat digital maupun aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT selama pelaksanaan ujian.
Thomas mengatakan sejak awal panitia telah mengantisipasi potensi kecurangan dengan memperketat pengawasan di setiap ruang ujian.
Jumlah pengawas bahkan ditambah menjadi dua orang di setiap ruangan, dengan posisi pengawasan di bagian depan dan belakang kelas.
“Kami menambah pengawas menjadi dua orang per kelas untuk memantau aktivitas peserta, baik penggunaan handphone maupun laptop selama ujian berlangsung,” katanya.
Selain itu, posisi tempat duduk peserta juga diatur dengan jarak lebih dari satu meter untuk meminimalkan kemungkinan saling melihat jawaban.
Menurutnya, pengaturan tersebut membuat peluang menyontek secara langsung menjadi sangat kecil.
Isu Penggunaan ChatGPT Diminta Dibuktikan
Terkait dugaan penggunaan ChatGPT atau aplikasi kecerdasan buatan lainnya, Disdikbud Lampung mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi yang disertai bukti kuat.
Baca Juga: Mahasiswa IIB Darmajaya Kembangkan Sistem Monitoring Energi untuk Ekowisata Mangrove Pesawaran
Thomas meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan kecurangan tersebut untuk menyampaikan bukti kepada pihak panitia.
“Hari ini kami minta itu dibuktikan. Kalau memang ada bukti, silakan sampaikan kepada kami karena penggunaan aplikasi memiliki riwayat atau histori yang bisa diperiksa,” ujarnya.
Ia menjelaskan sistem ujian yang digunakan juga memiliki kemampuan mendeteksi aktivitas peserta apabila membuka halaman atau aplikasi lain di luar platform ujian.
Peserta Terbukti Curang Akan Didiskualifikasi
Menurut Thomas, seluruh aktivitas peserta selama ujian dapat terlacak melalui sistem yang digunakan panitia.
Apabila ditemukan indikasi peserta membuka aplikasi lain saat ujian berlangsung, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
“Kalau memang terbukti membuka aplikasi lain atau melakukan kecurangan, tentu akan kami diskualifikasi,” tegasnya.
Disdikbud Lampung memastikan seluruh tahapan SPMB SMA Unggul 2026 dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjamin kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.
Dengan sistem pengawasan yang diperketat dan dukungan teknologi pemantauan, pemerintah berharap proses seleksi dapat berjalan adil serta menghasilkan peserta didik terbaik sesuai kemampuan akademik masing-masing.






