Berita  

TNI dan Warga Lampung Utara Berdamai Usai Bentrok di Way Rarem

TNI dan Warga Lampung Utara Berdamai

LAMPUNG INSIGHT – TNI dan Warga Lampung Utara Berdamai usai Insiden bentrokan yang melibatkan sejumlah anggota TNI Brigif TP 45/SB dengan warga di Kabupaten Lampung Utara akhirnya berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan mengedepankan langkah kekeluargaan.

Kesepakatan perdamaian tersebut dicapai setelah pertemuan yang difasilitasi pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis malam hingga Jumat (5/6/2026).

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, mengatakan dirinya bersama Forkopimda, Ketua DPRD, Dandim, dan Kapolres turun langsung ke lokasi untuk mendengar keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Menurut Hamartoni, dialog yang dilakukan menghasilkan kesepakatan damai antara keluarga warga dan pihak TNI.

“Alhamdulillah setelah dilakukan pertemuan dan musyawarah, orang tua yang terlibat dalam persoalan tersebut telah membuka jalan perdamaian,” ujar Hamartoni, Jumat (5/6/2026).

TNI Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Dalam proses penyelesaian kasus tersebut, pihak TNI juga menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Wagub Lampung Kolaborasi Hexahelix Solusi Tingkatkan Kompetensi Guru

Hamartoni menjelaskan, pemerintah daerah bersama jajaran TNI telah meninjau langsung kondisi korban untuk memastikan penanganan medis berjalan dengan baik.

“Untuk biaya pengobatan korban menjadi tanggung jawab TNI. Kami sudah melihat langsung kondisi anak-anak yang mengalami luka dan penanganannya telah dilakukan,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan korban sekaligus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan secara menyeluruh.

Harap Tidak Terulang Kembali

Bupati Lampung Utara berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat keamanan.

Menurutnya, keberadaan TNI di daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pembangunan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. TNI hadir bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga melindungi masyarakat. Kolaborasi dan komunikasi yang baik harus terus dijaga,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perdamaian yang telah tercapai tidak boleh mengganggu berbagai program kemasyarakatan yang selama ini dijalankan TNI di Lampung Utara.

Bentrok Sempat Viral di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan aksi baku hantam antara sekelompok oknum anggota TNI dan warga beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Way Rarem, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, pada Kamis (4/6/2026) sore.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kedua kelompok saling terlibat perkelahian. Insiden itu kemudian memicu perhatian masyarakat karena disebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Salah satu narasi yang beredar menyebut seorang pelajar SMP turut menjadi korban dan mengalami luka akibat dugaan pemukulan dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Buronan Curanmor Bersenjata Api di Lampung Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Meski demikian, melalui proses mediasi yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, kepolisian, dan tokoh masyarakat, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung Utara.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, pemerintah berharap situasi kembali kondusif dan hubungan antara masyarakat dengan aparat keamanan tetap terjalin dengan baik.