LAMPUNGINSIGHT.NET – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya menjaga kejelasan sanad atau mata rantai keilmuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Interaktif Fikih Wanita di Pondok Pesantren Al-Qudsi, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (23/6/2026).
Dalam sambutannya, Jihan mengatakan tantangan masyarakat saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan melimpahnya informasi yang tersedia tanpa batas. Kondisi tersebut menuntut kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: PLN Siapkan BPBL 2026, 30.669 Rumah Tangga Lampung Berpeluang Dapat Listrik Gratis
Menurutnya, tradisi keilmuan yang selama ini dijaga oleh kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama harus tetap dipertahankan, terutama dalam memastikan sumber ilmu memiliki sanad yang jelas.
“Tantangan kita hari ini adalah menyaring informasi mana yang benar dan mana yang hoaks. Tradisi santri NU ketika belajar harus memiliki sanad yang jelas,” ujar Jihan.
AI Harus Dikendalikan Manusia
Jihan menjelaskan, perkembangan teknologi AI dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara bijak dan tetap berada dalam kendali manusia.
Sebaliknya, jika tidak dimanfaatkan dengan tepat, teknologi justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Cabai hingga Beras
Menurutnya, generasi muda, khususnya para santri, perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan pengembangan diri tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan yang telah diwariskan para ulama.
Pentingnya Memahami Fikih Wanita
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga menyoroti pentingnya pemahaman mengenai fikih wanita, khususnya terkait haid dan thaharah yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari.
Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi para peserta untuk memahami berbagai persoalan kewanitaan secara lebih komprehensif.
“Pemahaman yang baik mengenai fikih wanita akan menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan ibadah,” katanya.
Pemprov Lampung Dukung Pendidikan Pesantren
Jihan menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para penghafal Al-Qur’an, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong pemberian insentif kepada belasan santri tahfiz di Pondok Pesantren Al-Qudsi.
Baca Juga:Dua Pria Ditusuk di Tempat Biliar Pringsewu, Diduga Dipicu Konflik Mantan Pacar
Setiap santri tahfiz yang memenuhi kriteria akan memperoleh bantuan insentif sebesar Rp3 juta per orang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Lampung.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Lampung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi keilmuan dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.(hk)






