LAMPUNGINSIGHT.NET – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung memperkuat langkah pencegahan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung menyusul tingginya volume sampah yang masuk setiap hari, mencapai sekitar 800 ton.
Langkah ini dilakukan sebagai evaluasi pascakebakakaran besar yang melanda TPA Bakung pada Desember 2024 dan berlangsung lebih dari 24 jam. Pemerintah kini memprioritaskan upaya mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama saat musim kemarau.
Baca Juga: Rumma Space Metro, Kafe Viral Bergaya Bali yang Instagramable di Kota Metro
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengatakan pencegahan menjadi fokus utama karena cuaca kering meningkatkan potensi munculnya titik api di kawasan TPA.
“Kami terus mengingatkan para pemulung agar tidak merokok dan tidak membakar sampah di area TPA. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran,” ujar Budi.
DLH secara rutin memberikan sosialisasi kepada para pemulung yang beraktivitas di TPA Bakung agar mematuhi aturan keselamatan. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun merokok di area penumpukan sampah, dilarang keras.
Selain edukasi, DLH juga menyiagakan toren air di sejumlah titik strategis sebagai sarana penanganan awal apabila ditemukan titik api.
Baca Juga: Lampung Masuk 10 Besar Provinsi dengan UMKM Terbanyak di Indonesia Tahun 2025
Menurut Budi, fasilitas tersebut menjadi bagian dari peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang dapat menyebar dengan cepat di kawasan penumpukan sampah.
Saat ini, TPA Bakung menerima sekitar 800 ton sampah setiap hari dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung. Dengan volume sampah yang terus meningkat, pengendalian risiko kebakaran menjadi salah satu prioritas untuk menjaga operasional TPA tetap aman sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
DLH juga telah melakukan pemetaan kawasan TPA Bakung seluas 14 hektare guna mempermudah pengawasan dan penanganan apabila terjadi kondisi darurat. Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran turut diperkuat agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat jika terjadi insiden.
Budi menegaskan berbagai langkah mitigasi tersebut merupakan pembelajaran dari kebakaran besar yang pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah berharap seluruh pihak, khususnya para pemulung, ikut menjaga kawasan TPA agar tetap aman dari potensi kebakaran.
“Seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga kawasan TPA Bakung agar terbebas dari risiko kebakaran,” tutupnya.(hk)






