Daftar Isi
LAMPUNGINSIGHT.NET – Polda Lampung mengerahkan 15 personel untuk memperkuat operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Belasan personel tersebut berasal dari Brimob, Polairud, dan Samapta. Mereka bergabung bersama Basarnas dan TNI Angkatan Laut dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.
Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf mengatakan personel dibagi menjadi dua tim untuk melakukan penyisiran di sejumlah area yang diduga menjadi lokasi keberadaan kelima jurnalis.
Jalur Pencarian Mulai Dipersempit
Menurut Helfi, tim gabungan kini melakukan pencarian dengan mempersempit jalur berdasarkan hasil penyisiran sebelumnya.
Dua tim dari Polda Lampung diterjunkan untuk menyisir area yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan para jurnalis.
Penyempitan area pencarian diharapkan dapat membantu tim menemukan keberadaan kelima jurnalis yang hingga kini belum diketahui.
Operasi pencarian juga dilakukan bersama unsur Basarnas dan TNI AL untuk memperluas kemampuan pencarian di wilayah perairan.
Pencarian Dilakukan Setiap Hari
Helfi mengatakan pencarian terus dilakukan setiap hari. Namun, kondisi perairan yang berubah-ubah menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan demi keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Menurutnya, kondisi di lokasi pencarian saat ini dapat berubah sehingga tim harus melakukan antisipasi agar tidak terjadi hal yang membahayakan petugas.
Meski menghadapi kondisi tersebut, operasi kemanusiaan untuk mencari kelima jurnalis tetap dilanjutkan.
Lima Jurnalis Hilang Kontak
Sebelumnya, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.
Kelima jurnalis tersebut diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Komunikasi terakhir dengan rombongan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.
Hingga operasi pencarian dilakukan, keberadaan mereka masih dalam proses penelusuran oleh tim SAR gabungan.
Polda Lampung Tetap Siaga Dampak Erupsi GAK
Selain membantu pencarian lima jurnalis, Polda Lampung juga masih menjalankan operasi kemanusiaan untuk mengantisipasi dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Jajaran Polres di wilayah yang berpotensi terdampak diminta tetap siaga. Kepolisian juga telah menyalurkan bantuan berupa masker kepada masyarakat, khususnya warga di kawasan pesisir yang terdampak abu vulkanik.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan material vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
Helfi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya dari material vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Nelayan dan Wisatawan Diminta Tidak Mendekati GAK
Polda Lampung juga mengimbau nelayan, wisatawan maupun masyarakat agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hanya untuk mengambil foto atau melihat aktivitas erupsi dari jarak dekat.
Masyarakat diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan pemerintah dan mengikuti seluruh peringatan dari otoritas terkait.
Menurut Helfi, setiap peringatan mengenai aktivitas gunung api telah mempertimbangkan aspek keselamatan sehingga tidak boleh diabaikan.
Kepatuhan terhadap zona aman menjadi penting, terutama ketika aktivitas vulkanik masih berlangsung dan kondisi perairan di sekitar Selat Sunda dapat berubah.
Polda Lampung memastikan personel tetap disiagakan untuk mendukung operasi pencarian maupun penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, pencarian terhadap lima jurnalis terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mempersempit area penyisiran berdasarkan informasi dan hasil pencarian sebelumnya.









