BYD Gandeng Car Inc. Bangun Jaringan Flash Charging dan Tambah 100 Ribu Mobil Rental

Mobil listrik BYD sedang mengisi daya di stasiun BYD Flash Charging di China.
Foto: BYD

Lampung Insight – BYD resmi menandatangani letter of intent (LOI) dengan Car Inc. terkait pembelian 100 ribu kendaraan BYD untuk armada rental di China.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pembangunan jaringan BYD Flash Charging di lokasi rental Car Inc. di berbagai wilayah China.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi besar yang disebut kedua perusahaan sebagai “Flash Charging China Strategy”.

BYD dan Car Inc. Sepakati Pembelian 100 Ribu Kendaraan

Sebelumnya, BYD dan Car Inc. telah menjalin kerja sama melalui proyek percontohan dengan menghadirkan 3.000 unit sedan plug-in hybrid Qin Plus DM-i pada awal 2025.

Kerja sama itu kemudian berkembang setelah Car Inc. membeli hampir 30 ribu kendaraan BYD pada tahun yang sama untuk memperkuat armada mobil listrik dan hybrid mereka.

Baca Juga: Kevin Diks Cetak Gol Spektakuler saat Gladbach Bungkam Hoffenheim 4-0

Car Inc. sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan rental mobil terbesar di China dengan lebih dari 3.500 lokasi rental.

Perusahaan tersebut juga memiliki armada lebih dari 190 ribu kendaraan dan didukung oleh perusahaan rental internasional Hertz sebagai salah satu pemegang saham utama.

BYD Perluas Teknologi Flash Charging di China

Sejak diperkenalkan pada Februari 2026, BYD terus mendorong pengembangan teknologi BYD Flash Charging.

Produsen mobil listrik asal China itu bahkan menargetkan pembangunan 20 ribu stasiun Flash Charging hingga akhir 2026.

BYD mengklaim teknologi pengisian cepat tersebut mampu memberikan pengalaman pengisian daya hampir setara kendaraan bermesin konvensional.

Beberapa kemampuan teknologi BYD Flash Charging meliputi:

  • Pengisian 10 persen ke 70 persen dalam 5 menit
  • Pengisian 10 persen ke 97 persen dalam 9 menit
  • Tetap optimal di suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius

Teknologi ini menjadi salah satu strategi utama BYD untuk meningkatkan daya tarik mobil listrik di tengah persaingan pasar kendaraan energi baru di China.

Car Inc. Jadi Salah Satu Mitra Strategis BYD

Kerja sama dengan Car Inc. dinilai memberi keuntungan besar bagi BYD karena memungkinkan calon pengguna mencoba langsung kendaraan listrik mereka melalui layanan rental.

Selain itu, pembangunan stasiun BYD Flash Charging di lokasi rental juga memperluas ekosistem pengisian daya BYD secara nasional.

Baca Juga: Prabowo Tanggapi Santai Rupiah Melemah hingga Rp17.600 per Dolar AS

Car Inc. sebelumnya juga dikenal aktif mengembangkan layanan transportasi masa depan setelah bekerja sama dengan Baidu melalui platform kendaraan otonom Apollo Go.

Kedua perusahaan bahkan sempat memperkenalkan layanan rental kendaraan otonom pertama di dunia berbasis teknologi self-driving.

BYD Hadapi Persaingan Ketat Mobil Listrik di China

Meski masih menjadi salah satu produsen mobil listrik terbesar di China, BYD kini menghadapi tekanan pasar akibat perlambatan penjualan domestik.

Data China EV DataTracker menunjukkan pengiriman kendaraan BYD sempat stabil di angka 250 ribu hingga 300 ribu unit per bulan sepanjang 2025.

Baca Juga: The Nice Park Lampung Resmi Dibuka, Tawarkan Lebih dari 80 Wahana untuk Wisata Keluarga

Namun penjualan mulai melambat pada awal 2026 dan belum sepenuhnya kembali ke level sebelumnya.

Di tengah persaingan dengan teknologi battery swap milik NIO dan ekosistem Choco-SEB dari CATL, BYD kini menjadikan teknologi Flash Charging sebagai salah satu senjata utama untuk mempertahankan daya saingnya di pasar kendaraan listrik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *