ITERA Terima 5.832 Mahasiswa Baru 2026, Farmasi Paling Ketat 1:14

ITERA Terima 5.832 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Prof Elfahmi.

ITERA Terima 5.832 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

LAMPUNGINSIGHT.NET, Lampung Selatan – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menerima sebanyak 5.832 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan sepanjang 2026.

Rektor ITERA, Prof. Elfahmi, mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun ini mencatat sejumlah capaian penting bagi kampus yang berada di Kabupaten Lampung Selatan tersebut. Salah satunya terlihat dari tingkat persaingan masuk ITERA yang semakin tinggi.

Menurut Elfahmi, tingkat keketatan penerimaan mahasiswa kini rata-rata mencapai 1 banding 6. Artinya, satu calon mahasiswa yang diterima harus bersaing dengan sekitar enam pendaftar.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode 2024–2025 yang berada di kisaran 1 banding 4.

“Kalau dahulu tahun 2024–2025 itu ketetatannya 1 banding 4, sekarang 1 banding 6 rata-rata. Bahkan ada program studi yang 1 berbanding 14,” kata Elfahmi usai sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru ITERA tahun akademik 2026/2027, Senin (10/8/2026).

SNBT Jadi Jalur dengan Penerimaan Terbesar

Berdasarkan laporan penerimaan mahasiswa baru ITERA 2026, ribuan mahasiswa tersebut diterima melalui empat jalur.

Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi penyumbang mahasiswa baru terbesar dengan 2.993 mahasiswa atau sekitar 51,32 persen.

Berikutnya, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menyumbang 1.952 mahasiswa atau 33,47 persen.

Sementara jalur mandiri menerima 880 mahasiswa atau 15,09 persen. Adapun jalur Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) menerima tujuh mahasiswa atau sekitar 0,1 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan SNBT masih menjadi jalur utama bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di ITERA.

Farmasi Jadi Program Studi Paling Ketat

Persaingan paling tinggi terjadi pada sejumlah program studi tertentu. Farmasi menjadi program studi dengan tingkat keketatan tertinggi, yakni mencapai 1 banding 14.

Posisi berikutnya ditempati Teknik Pertambangan dengan rasio keketatan 1 banding 12. Kemudian Rekayasa Kosmetik dengan tingkat persaingan 1 banding 10.

Tingginya persaingan tersebut menunjukkan meningkatnya minat calon mahasiswa terhadap sejumlah program studi yang ditawarkan ITERA.

Elfahmi juga menyebut hampir seluruh kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini terpenuhi. Tingkat daftar ulang tercatat mencapai 99 persen.

“Artinya ITERA sudah mulai direkognisi oleh pelajar-pelajar SMA, lulusan-lulusan SMA di Indonesia,” ujarnya.

Mahasiswa Baru Didominasi Asal Sumatera

Mahasiswa baru ITERA tahun 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 87 persen mahasiswa berasal dari wilayah Sumatera, sedangkan 13 persen lainnya berasal dari luar Sumatera.

Provinsi Lampung menjadi daerah dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 2.870 mahasiswa.

Posisi berikutnya ditempati Sumatera Utara dengan 807 mahasiswa dan Sumatera Selatan sebanyak 645 mahasiswa.

Khusus di Provinsi Lampung, mahasiswa baru paling banyak berasal dari Kota Bandar Lampung dengan 1.012 mahasiswa.

Kemudian Lampung Selatan sebanyak 358 mahasiswa, Lampung Tengah 261 mahasiswa, dan Lampung Timur sebanyak 214 mahasiswa.

Data tersebut menunjukkan ITERA tidak hanya menjadi pilihan bagi pelajar di sekitar kampus, tetapi juga semakin menarik minat calon mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Nilai UTBK Tertinggi 733,68

Penerimaan mahasiswa baru tahun ini juga mencatat sejumlah capaian menarik.

Nilai UTBK SNBT tertinggi diraih oleh calon mahasiswa yang diterima di Program Studi Teknik Informatika dengan skor 733,68.

Sementara itu, mahasiswa termuda ITERA tahun 2026 adalah M. Adib Zuhdi. Ia tercatat berusia 16 tahun dan diterima di Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas.

Adapun mahasiswa dengan daerah asal paling jauh berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Mahasiswa tersebut adalah Raymondo Cicilio Komoyap, yang diterima di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota melalui jalur ADik.

ITERA Perkuat Riset dan Inovasi

Ke depan, ITERA akan terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas kampus.

Elfahmi mengatakan penguatan akademik, riset, inovasi, serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari upaya ITERA dalam meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Kampus juga ingin memperluas dampak penelitian dan inovasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera.

“ITERA dari Sumatra untuk Indonesia. Kita terus berupaya meningkatkan kapabilitas dan kualitas riset serta inovasi agar memberikan dampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penerimaan 5.832 mahasiswa baru dengan tingkat daftar ulang mencapai 99 persen menjadi salah satu indikator meningkatnya minat terhadap ITERA. Dengan persaingan masuk yang semakin ketat, kampus di Lampung Selatan tersebut dituntut terus menjaga kualitas akademik sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi teknologi yang berperan dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.(hk)