Way Kambas Kembali Dibuka, Hadirkan Safari Night hingga Pengamatan Satwa Liar di Habitat Asli
LAMPUNG INSIGHT – Kabar baik bagi pecinta wisata alam dan konservasi. Setelah hampir lima bulan ditutup, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur akhirnya kembali menerima kunjungan wisatawan mulai 30 Mei 2026.
Kawasan konservasi yang dikenal sebagai rumah bagi Gajah Sumatra dan berbagai satwa liar langka itu sebelumnya ditutup sejak 15 Januari 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung penanganan konflik gajah liar yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar taman nasional.
Kini, Way Kambas hadir dengan konsep wisata baru yang lebih eksklusif, terbatas, dan berorientasi pada konservasi satwa.
Usung Konsep Wisata Berbasis Konservasi
Berbeda dengan sebelumnya, pengelola TNWK kini mengedepankan konsep wisata minat khusus yang mengutamakan kesejahteraan satwa (animal welfare), edukasi lingkungan, serta pelestarian ekosistem.
Wisatawan tidak hanya diajak menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar memahami pentingnya menjaga habitat satwa liar agar tetap lestari.
Baca Juga: Banyu Langit Pesawaran, Tempat Healing dan Camping Hits di Lampung
Melalui konsep tersebut, aktivitas wisata dirancang agar tidak mengganggu kehidupan satwa yang hidup bebas di habitat aslinya.
Pusat Konservasi Gajah Masih Ditutup
Meski kawasan wisata telah kembali dibuka, pengunjung belum dapat mengakses Pusat Konservasi Gajah (PKG) atau Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas.
Saat ini fasilitas tersebut masih menjalani proses revitalisasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan kawasan konservasi.
Baca Juga: DT Archery, Wisata Keluarga Hits di Lampung dengan Kolam Renang, Glamping hingga ATV
Karena itu, wisatawan sementara diarahkan untuk menikmati berbagai aktivitas wisata alam lainnya yang tersedia di dalam kawasan taman nasional.
Selain itu, jumlah kunjungan harian kini dibatasi melalui sistem kuota.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi tekanan aktivitas manusia terhadap habitat satwa liar.
Jika kuota kunjungan harian telah terpenuhi, pemesanan akan ditutup sementara hingga jadwal berikutnya tersedia.

Safari Night Jadi Daya Tarik Baru
Salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian adalah program Safari Night.
Melalui wisata malam ini, pengunjung diajak menjelajahi kawasan hutan Way Kambas saat berbagai satwa nokturnal mulai aktif beraktivitas.
Baca Juga: The Nice Park Lampung Resmi Dibuka, Tawarkan Lebih dari 80 Wahana untuk Wisata Keluarga
Suasana gelap hutan hujan tropis, suara satwa liar yang bersahutan, hingga peluang bertemu penghuni malam menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Safari Night menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berbeda saat berkunjung ke kawasan konservasi.
Menjelajahi Hutan Lewat Jungle Tracking
Bagi penggemar petualangan alam, jungle tracking menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan.
Pengunjung akan diajak menyusuri jalur-jalur hutan sambil mengenal lebih dekat keanekaragaman hayati yang dimiliki Way Kambas.
Selama perjalanan, wisatawan berkesempatan mengamati berbagai jenis tumbuhan, mendengar suara owa Sumatra dan siamang, hingga menemukan jejak satwa liar yang melintas di kawasan hutan.
Aktivitas ini juga memberikan pengalaman edukatif mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan hujan tropis Sumatra.
Mengamati Satwa Liar di Habitat Asli
Way Kambas juga menawarkan pengalaman animal watching atau pengamatan satwa liar.
Melalui aktivitas ini, wisatawan dapat melihat langsung kehidupan berbagai satwa yang hidup bebas di habitat alaminya.
Beberapa satwa yang berpotensi dijumpai antara lain:
- Gajah Sumatra liar
- Siamang
- Owa Sumatra
- Berbagai jenis burung endemik
- Mamalia liar lainnya
Momen mengamati satwa secara langsung di alam bebas menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi satwa langka Indonesia.
Menyusuri Sungai dengan River Trip
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih santai, river trip bisa menjadi pilihan menarik.
Wisata ini mengajak pengunjung menyusuri sungai menggunakan perahu sambil menikmati pemandangan hutan yang masih alami.
Baca Juga: Kiluan dan Gigi Hiu Kini Lebih Dekat, Dulu 4 Jam Kini Hanya 2,5 Jam
Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat mengamati berbagai satwa yang hidup di tepian sungai, mulai dari burung, primata, mamalia, hingga reptil.
Suasana tenang dan panorama alam yang masih asri membuat river trip menjadi salah satu aktivitas favorit bagi keluarga maupun pecinta fotografi alam.
Dukung Ekonomi Masyarakat Sekitar
Dibukanya kembali Way Kambas tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.
Aktivitas wisata yang kembali berjalan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal, UMKM, pengelola penginapan, hingga jasa transportasi yang berada di desa-desa penyangga kawasan taman nasional.
Dengan pengelolaan yang lebih berkelanjutan, Way Kambas diharapkan dapat menjadi contoh wisata konservasi yang mampu menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Wisata Alam yang Lebih Bertanggung Jawab
Konsep baru yang diterapkan TNWK menjadikan pengalaman wisata tidak lagi sekadar hiburan.
Pengunjung diajak memahami bahwa keberadaan satwa liar dan kelestarian hutan merupakan aset penting yang harus dijaga bersama.
Melalui Safari Night, jungle tracking, animal watching, hingga river trip, wisatawan dapat menikmati keindahan alam Sumatra secara lebih bertanggung jawab tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem.
Bagi yang ingin merasakan pengalaman berbeda menikmati alam liar Lampung, Taman Nasional Way Kambas kini menawarkan petualangan yang lebih eksklusif sekaligus edukatif.







