Daftar Isi
- 70 Persen Perputaran Uang Desa Mengalir ke Kota
- Potensi Pertanian Lampung Dinilai Sangat Besar
- KDKMP Didorong Jadi Pusat Hilirisasi
- Program Desaku Maju Diintegrasikan dengan KDKMP
- Lampung Masuk Empat Besar Nasional
- Kepala Desa Diminta Mampu Kelola Potensi Wilayah
- Lebih dari 35 Ribu Gudang dan Gerai Disiapkan
- KDKMP Akan Terhubung dengan BUMDes dan UMKM
LAMPUNGINSIGHT.NET – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen utama dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa.
KDKMP diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga mampu mempercepat hilirisasi potensi lokal sehingga nilai tambah dari berbagai kekayaan desa dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).
Seminar tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman mengenai implementasi KDKMP di Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta 10 asosiasi desa dari berbagai daerah di Indonesia.
70 Persen Perputaran Uang Desa Mengalir ke Kota
Menurut Mirza, salah satu persoalan ekonomi desa yang perlu dibenahi adalah pola perputaran uang. Ia menyebut sekitar 70 persen perputaran uang yang berada di desa selama ini mengalir ke wilayah perkotaan, sedangkan sekitar 30 persen masih berputar di desa.
Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan karena sebagian besar masyarakat Indonesia justru tinggal di kawasan perdesaan.
“Padahal, kita mengetahui bahwa 70 persen penduduk Indonesia tinggal di desa. Demikian pula di Provinsi Lampung, sebagian besar penduduk kita tinggal di wilayah perdesaan,” kata Mirza.
Menurutnya, kondisi itu membuat masyarakat desa hanya memperoleh bagian yang relatif kecil dari aktivitas ekonomi yang sebenarnya berasal dari potensi wilayah mereka sendiri.
Karena itu, pemerintah perlu membangun sistem ekonomi yang memungkinkan masyarakat desa memperoleh manfaat lebih besar dari komoditas yang mereka hasilkan.
Potensi Pertanian Lampung Dinilai Sangat Besar
Lampung memiliki potensi sumber daya alam dan sektor pertanian yang besar. Sejumlah komoditas seperti singkong, padi, dan jagung menjadi produk unggulan dengan kontribusi terhadap produksi nasional.
Namun, besarnya produksi bahan mentah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat desa.
“Dengan kekayaan sumber daya alam sebesar itu, seharusnya masyarakat desa kita sudah jauh lebih makmur,” ujar Mirza.
Ia menilai salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya sistem ekonomi dan infrastruktur yang mendukung proses hilirisasi di tingkat desa.
Selama ini, sebagian hasil pertanian dari desa masih keluar dalam bentuk bahan mentah. Akibatnya, nilai tambah dari proses pengolahan justru lebih banyak dinikmati oleh wilayah lain.
KDKMP Didorong Jadi Pusat Hilirisasi
Melalui KDKMP, pemerintah ingin mendorong desa mengembangkan kegiatan pengolahan berdasarkan potensi masing-masing.
Desa yang memiliki produksi jagung, misalnya, dapat mengembangkan pengolahan jagung menjadi pakan ternak. Sementara desa penghasil singkong dapat mengolah komoditas tersebut menjadi berbagai produk pangan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Begitu pula dengan desa penghasil padi. Menurut Mirza, keberadaan fasilitas penggilingan atau rice milling di desa dapat membuat proses pengolahan gabah menjadi beras dilakukan lebih dekat dengan sumber produksi.
“Inilah yang ingin kita ubah. Keinginan Presiden adalah bagaimana kekayaan yang ada di desa dapat dimaksimalkan sehingga proses peningkatan nilai tambah dilakukan di desa masing-masing,” ujarnya.
Dengan pola tersebut, desa tidak hanya menjadi tempat produksi bahan mentah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menghasilkan produk bernilai tambah.
Program Desaku Maju Diintegrasikan dengan KDKMP
Pemprov Lampung juga mengintegrasikan program pembangunan daerah dengan pengembangan KDKMP.
Melalui program Desaku Maju, pemerintah daerah diarahkan untuk mendorong pengembangan sekaligus hilirisasi potensi ekonomi lokal.
Mirza mengatakan pengelolaan berbagai potensi tersebut nantinya dapat diintegrasikan dengan KDKMP.
“Kalau kita memiliki jagung, maka kita dorong agar dapat diolah menjadi pakan ternak. Kalau kita memiliki padi, maka kita dorong agar fasilitas penggilingan atau rice milling dapat tersedia dan berkembang di desa-desa. Melalui Desaku Maju pengelolaannya akan diintegrasikan dengan KDKMP,” katanya.
Lampung Masuk Empat Besar Nasional
Pemprov Lampung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyatakan dukungan terhadap percepatan pembentukan dan pengembangan KDKMP.
Mirza menyebut Lampung saat ini berada di peringkat keempat secara nasional dalam pembentukan dan pembangunan KDKMP serta menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa hingga masyarakat.
“KDKMP merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun dan membangkitkan perekonomian desa,” kata Mirza.
Selain sektor pertanian, koperasi juga diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Desa Diminta Mampu Kelola Potensi Wilayah
Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya peran kepala desa dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah.
“Para Kepala Desa harus memiliki kemampuan dan seni dalam mengelola kekayaan yang ada di desanya masing-masing,” ujarnya.
Ia optimistis kepala desa di Lampung dapat mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Tujuan akhirnya, kata Mirza, adalah memastikan kekayaan yang dimiliki desa mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat.
Lebih dari 35 Ribu Gudang dan Gerai Disiapkan
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan pembangunan sarana KDKMP saat ini memasuki tahap finalisasi.
Menurut Yandri, terdapat lebih dari 35.000 gudang dan gerai yang sedang disiapkan. Setelah tahap pembangunan, proses akan dilanjutkan dengan validasi, verifikasi bangunan hingga persiapan operasional.
“Kami ingin agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini kita kawal bersama-sama,” kata Yandri.
Ia menyebut KDKMP merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan Asta Cita keenam, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong pemerataan ekonomi serta membantu upaya pengentasan kemiskinan.
KDKMP Akan Terhubung dengan BUMDes dan UMKM
Yandri menilai desa memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional karena berbagai komoditas pangan berasal dari kawasan perdesaan.
Jika proses hilirisasi dapat dikembangkan di desa, maka potensi tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Budaya, desa tematik, serta berbagai program pemberdayaan lainnya juga akan diarahkan agar dapat terhubung dengan KDKMP.
Pengembangan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pelaku UMKM.
“Semua kita ajak untuk bergerak dan berkembang bersama. Kita ingin semua bangkit dan berkembang. Itulah pesan Bapak Presiden Prabowo. Melalui semangat Bangun Desa, Bangun Indonesia, kita meyakini bahwa ketika kita membangun desa, sesungguhnya kita sedang membangun Indonesia,” pungkasnya.
Penguatan KDKMP di Lampung diharapkan tidak berhenti pada pembentukan koperasi, tetapi berlanjut pada pengembangan usaha yang sesuai dengan karakter dan potensi masing-masing desa. Dengan hilirisasi yang dilakukan di tingkat lokal, nilai ekonomi komoditas diharapkan lebih banyak kembali kepada masyarakat desa.








