News

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terasa Hingga di Pesisir Barat, Warga Diminta Waspada

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan abu vulkanik dirasakan warga Pesisir Barat dan Tanggamus pada 5 September 2026. Warga diminta memakai masker dan mengikuti informasi resmi.

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terasa di Pesisir Barat dan Tanggamus, Warga Diminta Waspada
Debu Vulkanik Menyelimuti Rumah Warga Di Bengkunat, Pesisir Barat. Lampung| Foto: Istimewa
Daftar Isi
  1. Abu Vulkanik Mulai Terasa Sejak Subuh
  2. Hujan Abu Juga Terjadi di Tanggamus
  3. BPBD Minta Warga Tidak Panik
  4. Tenaga Kesehatan Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
  5. Warga Diminta Gunakan Masker

LAMPUNGINSIGHT.NET – Hujan abu vulkanik mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Sabtu (5/9/2026). Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Lampung Selatan.

Di Pesisir Barat, warga melaporkan abu mulai terasa sejak pagi hari. Kondisi tersebut membuat udara menjadi kurang nyaman dan sejumlah warga memilih menggunakan perlindungan seperti masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Abu Vulkanik Mulai Terasa Sejak Subuh

Rizky Fajar, warga Bengkunat, Pesisir Barat, mengatakan hujan abu mulai dirasakan sejak subuh.

Menurutnya, kondisi langit tiba-tiba berubah menjadi mendung. Selain itu, udara pagi juga terasa berbeda dibandingkan kondisi biasanya.

“Awalnya tidak tahu penyebab langit tiba-tiba mendung. Dari pagi banyak warga yang berangkat kerja merasa tidak nyaman dengan udara pagi. Seperti ada debu dan kalau kena mata terasa perih,” kata Rizky.

Memasuki sekitar pukul 08.00 WIB, intensitas debu disebut semakin terasa. Abu bahkan mulai terlihat menempel di lantai rumah warga.

“Ini debu vulkanik. Kondisinya dari pagi sampai sekarang selalu seperti ini,” ujarnya.

Laporan serupa juga datang dari wilayah Pesisir Tengah. Warga setempat, Dongah Beni, melaporkan adanya abu di udara.

Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas warga. Sejumlah anak dilaporkan mulai mengalami batuk setelah terpapar udara yang mengandung abu.

Hujan Abu Juga Terjadi di Tanggamus

Tidak hanya Pesisir Barat, hujan abu vulkanik juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus.

Di Kecamatan Pematang Sawa, hujan abu disebut mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Abu dilaporkan cukup tebal dan muncul bersamaan dengan gempa kecil yang dirasakan warga secara berulang.

Kondisi tersebut terpantau di sejumlah wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda.

Laporan hujan abu juga datang dari Pulung Bayang dan Cukupala, yang berada di kawasan Pulau Tabuan.

Munculnya abu vulkanik di sejumlah wilayah pesisir tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap dampak abu terhadap pernapasan dan kesehatan mata.

BPBD Minta Warga Tidak Panik

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman.

Imbauan tersebut penting mengingat informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat berkembang dengan cepat. Masyarakat diminta mengacu pada informasi dari lembaga pemerintah dan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan kondisi terkini.

Tenaga Kesehatan Dikerahkan ke Lokasi Terdampak

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus telah mengerahkan tenaga kesehatan ke sejumlah wilayah yang terdampak hujan abu.

Bidan desa dan perawat diturunkan untuk membuka pelayanan kesehatan sekaligus membantu masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan abu vulkanik.

Petugas juga membagikan masker dan obat-obatan kepada warga. Ribuan masker telah disalurkan di sejumlah titik untuk membantu mengurangi risiko paparan abu.

Selain obat-obatan, tenaga kesehatan menyiapkan vitamin bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, terutama pada kelompok rentan.

Warga Diminta Gunakan Masker

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Masker dapat membantu mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan.

Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi abu semakin pekat. Jika mata terasa perih akibat paparan abu, masyarakat sebaiknya menghindari mengucek mata dan mencari tempat yang lebih terlindung.

Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga perlu terus dipantau melalui kanal resmi pemerintah, BPBD, BMKG maupun instansi terkait.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk mencegah kepanikan.

Hujan abu yang dirasakan di Pesisir Barat dan Tanggamus menjadi perhatian karena menunjukkan dampak aktivitas vulkanik dapat dirasakan di wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi. Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak.

Mungkin Anda Suka