Daftar Isi
LAMPUNGINSIGHT.NET – Lampung dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan komposisi penduduk yang cukup beragam. Menariknya, masyarakat keturunan Jawa justru menjadi salah satu kelompok etnis terbesar di wilayah ini, bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan masyarakat suku Lampung.
Lantas, mengapa orang Jawa bisa menjadi mayoritas di Lampung?
Jawabannya tidak terlepas dari sejarah panjang perpindahan penduduk yang sudah berlangsung sejak masa kolonial Belanda dan kemudian berlanjut setelah Indonesia merdeka.
Data Penduduk Jawa dan Lampung
Berdasarkan data Sensus Penduduk 2010, penduduk Jawa tercatat sekitar 64 persen dari populasi Lampung. Sementara itu, masyarakat yang mengidentifikasikan diri sebagai suku Lampung berada di kisaran 13,5 persen.
Komposisi tersebut membuat Lampung menjadi salah satu wilayah di luar Pulau Jawa yang memiliki populasi masyarakat Jawa cukup besar.
Keberadaan komunitas Jawa di Lampung bukan terjadi dalam waktu singkat. Prosesnya berlangsung selama lebih dari satu abad melalui beberapa gelombang perpindahan penduduk.
Sejarah Transmigrasi Jawa ke Lampung
Salah satu titik penting sejarah tersebut terjadi pada 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda menjalankan program pemindahan penduduk dari Pulau Jawa ke wilayah Lampung.
Ratusan keluarga dari Jawa dipindahkan ke kawasan Gedong Tataan, yang saat itu menjadi salah satu wilayah tujuan permukiman baru.
Para pendatang kemudian membuka lahan dan membangun permukiman yang dikenal dengan nama Bagelen.
Program tersebut menjadi salah satu awal terbentuknya komunitas masyarakat Jawa di Lampung dalam jumlah besar.
Kedatangan masyarakat dari Jawa tidak hanya membawa perubahan pada jumlah penduduk, tetapi juga ikut membentuk perkembangan sosial, ekonomi, pertanian, serta kebudayaan di sejumlah wilayah Lampung.
Perpindahan Penduduk Berlanjut Setelah Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka, perpindahan penduduk dari Pulau Jawa ke Lampung tidak berhenti.
Pemerintah kemudian menjalankan program transmigrasi untuk mengurangi kepadatan penduduk di sejumlah wilayah Pulau Jawa sekaligus membuka kawasan permukiman dan pertanian baru di luar Jawa.
Lampung menjadi salah satu daerah tujuan transmigrasi yang penting.
Berbagai kawasan baru kemudian berkembang menjadi desa dan pusat permukiman. Masyarakat yang datang dari Jawa membangun kehidupan mereka melalui sektor pertanian, perdagangan, perkebunan, hingga usaha lainnya.
Selain melalui program resmi pemerintah, perpindahan penduduk juga berlangsung secara mandiri. Sebagian masyarakat Jawa datang ke Lampung karena mencari lahan, pekerjaan, peluang usaha, maupun mengikuti keluarga yang telah lebih dulu menetap.
Proses tersebut berlangsung dari generasi ke generasi.
Membentuk Komunitas Jawa di Berbagai Wilayah
Dalam kurun waktu lebih dari 100 tahun, permukiman yang awalnya dibangun oleh para pendatang berkembang menjadi komunitas yang semakin besar.
Tidak mengherankan jika saat ini budaya Jawa cukup mudah ditemukan di berbagai daerah Lampung.
Pengaruh tersebut terlihat dari penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, tradisi masyarakat, kesenian, makanan, hingga berbagai bentuk kegiatan sosial.
Meski demikian, keberadaan masyarakat Jawa tidak menghilangkan identitas masyarakat Lampung. Justru, Lampung berkembang menjadi daerah dengan keragaman etnis dan budaya yang cukup kuat.
Masyarakat Lampung, Jawa, Sunda, Bali, Semendo, dan berbagai kelompok lainnya hidup berdampingan dan ikut membentuk karakter sosial provinsi ini.
Mengapa Orang Jawa Banyak di Lampung?
Jika dirangkum, tingginya jumlah masyarakat Jawa di Lampung merupakan hasil dari sejarah perpindahan penduduk yang berlangsung panjang.
Proses tersebut dimulai sejak program pemindahan penduduk pada masa kolonial, kemudian berlanjut melalui program transmigrasi setelah kemerdekaan dan diperkuat oleh migrasi masyarakat secara mandiri.
Dengan demikian, banyaknya masyarakat Jawa di Lampung bukanlah fenomena yang muncul secara tiba-tiba. Ada proses sejarah, pembangunan permukiman, pembukaan lahan pertanian, serta perkembangan ekonomi yang berlangsung selama lebih dari satu abad.
Sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana Lampung berkembang menjadi provinsi dengan masyarakat yang sangat beragam seperti sekarang.
Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai sejarah transmigrasi di Indonesia, salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Museum Nasional Transmigrasi di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Museum tersebut menjadi salah satu tempat untuk melihat kembali perjalanan program transmigrasi dan sejarah terbentuknya berbagai komunitas di daerah tujuan transmigrasi, termasuk Lampung.








