News

468 Hotspot Terdeteksi di Lampung, Mesuji Tertinggi dengan 126 Titik

Sebanyak 468 hotspot terdeteksi di Lampung pada 14 September 2026. Mesuji menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak mencapai 126 hotspot.

468 Hotspot Terdeteksi di Lampung, Mesuji Tertinggi dengan 126 Titik
Daftar Isi
  1. Mesuji Catat 126 Hotspot
  2. Tingkat Kepercayaan Hotspot Berbeda
  3. Apa Itu Hotspot?

LAMPUNGINSIGHT.NET – Sebanyak 468 hotspot atau titik panas terdeteksi di wilayah Provinsi Lampung dalam pemantauan selama 24 jam. Kabupaten Mesuji menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 126 hotspot.

Data tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung dalam keterangannya pada Selasa (15/9/2026).

Pemantauan hotspot dilakukan menggunakan data dari empat satelit, yaitu NOAA-20, AQUA, Terra, dan SNPP. Berdasarkan hasil pemantauan, titik panas tersebut tersebar di 12 kabupaten di Provinsi Lampung.

Mesuji Catat 126 Hotspot

Dari total 468 hotspot yang terdeteksi, Mesuji mencatat jumlah tertinggi dengan 126 titik panas.

Berikut sebaran hotspot di sejumlah wilayah Lampung:

  • Mesuji: 126 hotspot
  • Tulang Bawang: 110 hotspot
  • Lampung Tengah: 59 hotspot
  • Tulang Bawang Barat: 55 hotspot
  • Way Kanan: 45 hotspot
  • Lampung Selatan: 34 hotspot
  • Lampung Timur: 22 hotspot
  • Lampung Utara: 7 hotspot
  • Pesawaran: 4 hotspot
  • Lampung Barat: 2 hotspot
  • Pesisir Barat: 2 hotspot
  • Tanggamus: 2 hotspot

Data tersebut menunjukkan konsentrasi titik panas paling banyak berada di wilayah Mesuji dan Tulang Bawang.

Tingkat Kepercayaan Hotspot Berbeda

BMKG juga mengelompokkan hotspot berdasarkan tingkat kepercayaan hasil deteksi satelit.

Dari 468 titik panas yang terpantau, sebanyak 367 hotspot memiliki tingkat kepercayaan sedang. Kemudian, terdapat 76 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 25 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.

Tingkat kepercayaan tersebut menjadi salah satu indikator dalam membaca hasil deteksi hotspot dari data satelit. Karena itu, keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh titik tersebut merupakan kebakaran yang sedang berlangsung.

Data sebaran tersebut merupakan hasil pemantauan selama 14 September 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB.

Apa Itu Hotspot?

Hotspot atau titik panas merupakan area yang terdeteksi memiliki suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya berdasarkan pengamatan satelit.

Dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan, data hotspot dapat digunakan sebagai salah satu indikator awal untuk melihat potensi adanya aktivitas pembakaran atau kebakaran di suatu wilayah.

Karena sifatnya berbasis penginderaan jauh, data hotspot tetap perlu dikombinasikan dengan informasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang terdeteksi.

Mungkin Anda Suka