News

BPBD Lampung Mencatat 1.040 Kejadian Bencana Alam di Lampung hingga September 2026

BPBD Lampung mencatat 1.040 kejadian bencana dan insiden hingga September 2026, dengan angin kencang, karhutla, dan banjir terbanyak.

BPBD Lampung Mencatat 1.040 Kejadian Bencana Tercatat di Lampung hingga September
Ilustrasi Angin Kencang
Daftar Isi
  1. Angin Kencang Paling Banyak Terjadi
  2. Karhutla Capai 171 Kejadian
  3. Bandar Lampung Catat Kejadian Tertinggi
  4. BPBD Terus Pantau Potensi Bencana

LAMPUNGINSIGHT.NET – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 1.040 kejadian bencana dan insiden sepanjang Januari hingga September 2026.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Lampung menunjukkan, dari jumlah tersebut sebanyak 649 kejadian merupakan bencana alam. Sementara itu, 286 kejadian masuk kategori bencana non-alam, 57 merupakan aktivitas mitigasi, dan 48 lainnya tercatat sebagai insiden.

Angin Kencang Paling Banyak Terjadi

Pada kategori bencana alam, angin kencang menjadi kejadian yang paling banyak tercatat di Lampung. Hingga September 2026, BPBD mencatat 208 kejadian angin kencang.

Karhutla berada di posisi berikutnya dengan 171 kejadian, kemudian banjir sebanyak 142 kejadian.

Jenis bencana alam lainnya yang tercatat meliputi:

  • Kekeringan: 67 kejadian
  • Tanah longsor: 42 kejadian
  • Gunung meletus: 10 kejadian
  • Banjir rob: 4 kejadian
  • Banjir dan tanah longsor: 3 kejadian
  • Banjir bandang: 2 kejadian

Sementara itu, kejadian gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi tercatat nihil dalam data Pusdalops PB untuk periode Januari hingga September 2026.

Dominasi angin kencang, karhutla, dan banjir memperlihatkan bahwa bencana yang berkaitan dengan kondisi cuaca, air, serta lingkungan masih menjadi bagian penting dari risiko kebencanaan di Lampung.

Karhutla Capai 171 Kejadian

Selain angin kencang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu jenis bencana yang cukup banyak tercatat sepanjang 2026.

Hingga September, terdapat 171 kejadian karhutla berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Lampung.

Salah satu kejadian terbaru yang tercatat terjadi di Kelurahan Kibang Pacing, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang pada 12 September 2026.

Catatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan BPBD terhadap potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah Lampung.

Bandar Lampung Catat Kejadian Tertinggi

Berdasarkan sebaran kejadian menurut wilayah, Kota Bandar Lampung tercatat sebagai daerah dengan akumulasi kejadian bencana dan insiden tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.

Sejumlah wilayah lain juga memiliki catatan kejadian yang relatif tinggi, di antaranya Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Mesuji.

Di sisi lain, Kabupaten Tanggamus termasuk wilayah dengan jumlah kejadian relatif rendah. Data Pusdalops PB mencatat tiga kejadian di daerah tersebut, terdiri dari dua banjir dan satu tanah longsor.

Kota Metro dan Lampung Utara juga tercatat memiliki jumlah kejadian yang relatif rendah dalam periode pemantauan tersebut.

BPBD Terus Pantau Potensi Bencana

Data Januari hingga September 2026 menunjukkan bahwa kejadian bencana di Lampung memiliki jenis dan karakter yang beragam. Angin kencang, karhutla, dan banjir menjadi tiga bencana alam dengan jumlah kejadian tertinggi.

BPBD Lampung melalui Pusdalops PB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kebencanaan di berbagai daerah.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi perubahan cuaca atau muncul tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.

Jika terjadi bencana maupun ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada BPBD atau posko Pusdalops PB setempat agar informasi dapat ditindaklanjuti.

Mungkin Anda Suka