Wisata

Rahmat Mirzani Djausal Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong hilirisasi komoditas unggulan untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka pertumbuhan ekonomi baru.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong hilirisasi komoditas unggulan untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka pertumbuhan ekonomi baru.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Lampung Begawi x Sigerfest 2026 di Lampung City Mall (LCM), Bandar Lampung, Jumat (18/9/2026).
Daftar Isi
  1. Hilirisasi Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah
  2. Hilirisasi Didorong dari Desa hingga Industri
  3. BI Dorong Produk Olahan Komoditas Lampung
  4. Sigerfest Diharapkan Tak Berhenti pada Transaksi

LAMPUNGINSIGHT.NET, BANDAR LAMPUNGGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah sebagai langkah meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di Lampung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Lampung Begawi x Sigerfest 2026 di Lampung City Mall (LCM), Bandar Lampung, Jumat (18/9/2026).

Festival yang berlangsung pada 18–20 September 2026 tersebut mengusung tema “Sai Bumi, Sejuta Nilai: Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing.”

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia Perwakilan Lampung untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, serta berbagai mitra strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Gubernur Mirza mengapresiasi Bank Indonesia Lampung dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Menurutnya, Lampung Begawi x Sigerfest tidak hanya menjadi ajang pameran dan promosi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan ide, inovasi, investasi dan kolaborasi dalam mendorong perekonomian Lampung.

Hilirisasi Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah

Lampung memiliki kekuatan ekonomi yang besar dari sektor pertanian dan berbagai komoditas unggulan. Sektor tersebut selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan baru.

Gubernur Mirza mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 menunjukkan perkembangan positif setelah dalam beberapa tahun sebelumnya berada di bawah rata-rata nasional.

“Selama 15 tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selalu di bawah rata-rata nasional. Namun pada tahun 2026, kita berhasil tumbuh 5,29% menjadi yang tertinggi kedua se-Sumatra berkat membaiknya harga komoditas,” kata Mirza.

Menurutnya, membaiknya harga komoditas turut mendorong peningkatan produksi dan modernisasi sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi juga mendapat dukungan dari sektor pariwisata yang mencatat peningkatan kunjungan wisatawan.

Namun, peningkatan produksi dinilai perlu diikuti dengan upaya meningkatkan nilai tambah di daerah.

Komoditas unggulan Lampung, kata Mirza, tidak cukup hanya diproduksi dan dijual sebagai bahan mentah. Pengolahan di daerah diperlukan agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat lebih besar dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Ke depan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8% tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. Harus ada kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan tentunya hilirisasi,” ujarnya.

Hilirisasi Didorong dari Desa hingga Industri

Pemprov Lampung selanjutnya mendorong pengembangan hilirisasi mulai dari tingkat desa hingga industri berskala besar.

Langkah tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama untuk mempertemukan potensi komoditas daerah dengan investasi, pasar, teknologi dan pembiayaan.

Dalam konteks tersebut, Lampung Begawi x Sigerfest menjadi salah satu ruang untuk memperkuat konektivitas antara pelaku usaha, UMKM, pemerintah dan mitra strategis.

“ Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah, kesempatan usaha, dan kesejahteraan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk membawa Lampung tumbuh lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Mirza.

BI Dorong Produk Olahan Komoditas Lampung

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono turut mengapresiasi penyelenggaraan Lampung Begawi x Sigerfest 2026.

Thomas menilai perekonomian Lampung menunjukkan perkembangan positif yang ditopang sejumlah sektor utama, di antaranya industri pengolahan, perdagangan dan pertanian.

Menurutnya, kekuatan tersebut perlu terus ditransformasikan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi agar dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

“Tantangan kita adalah bagaimana kekuatan tersebut terus ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah, memperkuat rantai produksi, dan membuka kesempatan usaha baru. Dalam proses tersebut, UMKM memiliki peran yang sangat penting,” ujar Thomas.

Ia menyebut hilirisasi di Lampung dapat diarahkan pada pengembangan sejumlah produk unggulan seperti pisang, kopi dan wastra.

Pengembangan tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi serta perluasan akses UMKM terhadap pasar, teknologi, pembiayaan dan mitra strategis.

Bank Indonesia, kata Thomas, terus mendorong UMKM agar semakin produktif dan memiliki daya saing melalui penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas serta perluasan akses pembiayaan.

Sigerfest Diharapkan Tak Berhenti pada Transaksi

Thomas menilai Lampung Begawi x Sigerfest dapat menjadi ruang yang mempertemukan UMKM dengan berbagai kebutuhan pengembangan usaha.

Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mendapatkan manfaat berupa promosi dan transaksi selama festival, tetapi juga memiliki akses lebih luas untuk mengembangkan usahanya.

“Lampung Begawi Sigerfest bukan sekadar ruang pameran dan promosi. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan UMKM dengan pasar, pembiayaan, teknologi, dan berbagai mitra strategis,” ujar Thomas.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar dampaknya dapat berlanjut setelah festival selesai.

Menurut Bimo, targetnya bukan hanya meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi membangun hubungan usaha dan ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM secara berkelanjutan.

“Acara ini tentu saja dirancang untuk tidak berhenti pada penciptaan transaksi selama kegiatan berlangsung, tapi membangun ekosistem untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Bimo.

Melalui Lampung Begawi x Sigerfest 2026, Pemprov Lampung dan Bank Indonesia bersama pelaku usaha, UMKM serta mitra strategis mendorong penguatan hilirisasi komoditas daerah.

Upaya tersebut diarahkan agar komoditas unggulan Lampung tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah yang membuka peluang usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Mungkin Anda Suka