News

Lampung Kembangkan Bawang Putih, Potensi Lahan Capai 870 Hektare

Lampung mengembangkan bawang putih untuk mendukung swasembada nasional 2029. Potensi lahan mencapai 870 hektare dengan Lampung Barat sebagai lokasi awal.

Lampung Kembangkan Bawang Putih, Potensi Lahan Capai 870 Hektare
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Taufiq Ratule di ruang kerja Sekdaprov Lampung, Jumat (18/9/2026). Dok. biroadpim
Daftar Isi
  1. Lampung Barat Jadi Lokasi Pengembangan Bawang Putih
  2. Hasil Panen Disiapkan untuk Musim Tanam Berikutnya
  3. Potensi Lahan Lampung Capai 870 Hektare
  4. Lampung Barat dan Tanggamus Petakan Lahan Potensial
  5. Pengawasan Benih Diperkuat
  6. Dorong Bawang Putih Lampung Lebih Berkelanjutan

LAMPUNGINSIGHT.NET – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengejar target swasembada bawang putih nasional pada 2029.

Pembahasan mengenai pengembangan komoditas tersebut dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Taufiq Ratule di ruang kerja Sekdaprov Lampung, Jumat (18/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kebutuhan utama dalam pengembangan bawang putih, mulai dari kesiapan lahan, dukungan bagi petani, ketersediaan benih hingga strategi memperluas areal tanam di Lampung.

Lampung Barat Jadi Lokasi Pengembangan Bawang Putih

Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih pada 2029. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas budidaya bawang putih di berbagai daerah.

Pada 2026, Kementerian Pertanian mengembangkan bawang putih di lahan seluas 5.000 hektare secara nasional. Hasil produksi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dipersiapkan sebagai sumber benih untuk musim tanam berikutnya.

Lampung menjadi salah satu daerah yang memperoleh dukungan program tersebut.

Tahun ini, sekitar 40 hektare lahan di Kabupaten Lampung Barat dialokasikan untuk pengembangan bawang putih. Petani mendapatkan dukungan berupa benih serta sejumlah sarana produksi untuk menunjang kegiatan budidaya.

Pemprov Lampung juga memberikan dukungan melalui penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC) bagi kelompok tani yang menjalankan program pengembangan bawang putih.

Hasil Panen Disiapkan untuk Musim Tanam Berikutnya

Pengembangan bawang putih di Lampung diarahkan agar tidak berhenti setelah satu kali musim tanam.

Sebagian hasil panen nantinya akan diserap oleh penangkar atau offtaker yang telah disiapkan pemerintah. Sementara sebagian lainnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber benih untuk musim tanam 2027.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan budidaya sekaligus memberikan kesempatan kepada petani untuk semakin mandiri dalam mengembangkan bawang putih.

Ketersediaan benih menjadi salah satu faktor penting karena perluasan areal tanam membutuhkan pasokan benih yang memadai dan berkualitas.

Potensi Lahan Lampung Capai 870 Hektare

Peluang pengembangan bawang putih di Lampung masih cukup terbuka. Kementerian Pertanian menargetkan luas tanam bawang putih secara nasional mencapai 20.000 hektare pada 2027.

Berdasarkan pemetaan awal, Lampung memiliki potensi lahan sekitar 870 hektare yang dapat dikembangkan untuk komoditas bawang putih.

Potensi tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperluas pengembangan bawang putih di luar lahan yang telah digunakan pada 2026.

Selain program yang didukung melalui APBN, Lampung juga akan memperoleh alokasi wajib tanam bawang putih seluas 100 hektare pada 2027.

Program tersebut dilakukan melalui kerja sama antara importir bawang putih dengan petani sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi dalam negeri.

Lampung Barat dan Tanggamus Petakan Lahan Potensial

Untuk mendukung perluasan areal tanam, pemerintah daerah diminta melakukan identifikasi lahan yang sesuai untuk budidaya bawang putih.

Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus akan melakukan pemetaan lahan potensial sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi petani di lapangan.

Pemetaan tersebut penting untuk memastikan lahan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman bawang putih, sekaligus mengetahui kebutuhan dukungan produksi sebelum budidaya diperluas.

Selain persoalan lahan, aspek benih juga menjadi perhatian dalam pengembangan komoditas ini.

Pengawasan Benih Diperkuat

Pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas petugas pengawasan benih untuk menjaga ketersediaan sekaligus mutu benih bawang putih.

Pelatihan bagi petugas akan dilakukan untuk memperkuat kemampuan dalam proses pengawasan dan sertifikasi benih.

Langkah tersebut diperlukan agar benih yang digunakan dalam perluasan budidaya memenuhi standar yang ditetapkan dan dapat mendukung produktivitas tanaman.

Ketersediaan benih berkualitas juga menjadi bagian penting dalam membangun pola budidaya yang berkelanjutan. Terlebih, hasil produksi dari musim tanam sebelumnya diharapkan dapat kembali dimanfaatkan sebagai benih untuk periode berikutnya.

Dorong Bawang Putih Lampung Lebih Berkelanjutan

Pengembangan bawang putih di Lampung tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan luas tanam dan produksi dalam jangka pendek.

Penyediaan benih, dukungan sarana produksi, penggunaan pupuk hayati, penyerapan hasil panen serta persiapan benih untuk musim berikutnya menjadi bagian dari upaya membangun rantai produksi yang lebih berkelanjutan.

Dengan potensi lahan sekitar 870 hektare, dukungan pengembangan di Lampung Barat, serta rencana wajib tanam 100 hektare pada 2027, Lampung memiliki ruang untuk memperluas kontribusinya terhadap produksi bawang putih nasional.

Jika pengembangan tersebut berjalan konsisten dan diikuti peningkatan kapasitas petani serta pengawasan benih, budidaya bawang putih di Lampung diharapkan dapat berkembang lebih mandiri.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengejar target swasembada bawang putih nasional pada 2029.

Mungkin Anda Suka