Lifestyle

4 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Bisa Memicu Wasir

Sejumlah kebiasaan di kamar mandi dapat meningkatkan risiko wasir dan gangguan pencernaan. Kenali kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat BAB.

4 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Bisa Memicu Wasir dan Gangguan Pencernaan
Foto Kamar Mandi by vecteezy.com/Bigc Studio
Daftar Isi
  1. Menahan Keinginan Buang Air Besar
  2. Bermain Ponsel Terlalu Lama di Toilet
  3. Terlalu Sering Mengejan Saat BAB
  4. Posisi Duduk Kurang Mendukung

LampungInsight.net — Menjaga kesehatan sistem pencernaan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Kebiasaan ketika berada di kamar mandi juga perlu diperhatikan karena sejumlah perilaku dapat memengaruhi proses buang air besar dan meningkatkan risiko gangguan pada saluran cerna.

Ahli gastroenterologi bersertifikat Susan Kais, M.D., menjelaskan beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari, termasuk terlalu lama berada di toilet dan memaksakan diri saat buang air besar. Penjelasan tersebut dipublikasikan Eating Well pada Sabtu (4/10) waktu setempat.

Berikut sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan.

Menahan Keinginan Buang Air Besar

Menunda buang air besar sesekali bukan berarti langsung menimbulkan masalah. Namun, jika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali, proses pembuangan tinja dapat terganggu dan memicu sembelit.

Kais menjelaskan, semakin lama tinja berada di dalam usus besar, semakin banyak cairan yang diserap tubuh. Akibatnya, tinja dapat menjadi lebih kering, keras, dan sulit dikeluarkan.

Kebiasaan menahan BAB juga dapat membuat bagian sigmoid dan rektum meregang karena harus menampung lebih banyak tinja. Dalam jangka waktu tertentu, tubuh juga bisa menjadi kurang sensitif terhadap sinyal alami yang menandakan seseorang perlu buang air besar.

Bermain Ponsel Terlalu Lama di Toilet

Membawa ponsel ke toilet dapat membuat seseorang tidak sadar menghabiskan waktu lebih lama dari yang diperlukan.

Menurut Kais, terlalu lama duduk di toilet dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar rektum dan anus. Kondisi tersebut berpotensi memicu wasir atau memperburuk wasir yang sudah dialami.

Durasi yang terlalu panjang di toilet juga dapat membuat seseorang terdorong mengejan meski tubuh sebenarnya belum siap melakukan BAB.

Karena itu, Kais menyarankan kamar mandi digunakan seperlunya untuk buang air kecil atau buang air besar. Aktivitas bermain ponsel sebaiknya dilakukan di tempat lain.

Terlalu Sering Mengejan Saat BAB

Mengejan secara terus-menerus ketika buang air besar dapat meningkatkan tekanan pada bagian rektum dan anus. Kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan munculnya wasir maupun fisura anus.

Menurut Kais, kebutuhan untuk sering mengejan juga dapat menjadi tanda bahwa tinja terlalu keras atau seseorang mengalami sembelit.

Alih-alih terus memaksakan diri, ia merekomendasikan beberapa langkah yang dapat membantu memperbaiki pergerakan saluran pencernaan, seperti meningkatkan konsumsi serat, mencukupi kebutuhan air, serta tetap aktif bergerak.

Jika masalah tersebut terus berlanjut, kondisi tersebut perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis.

Posisi Duduk Kurang Mendukung

Cara duduk di toilet juga dapat memengaruhi proses buang air besar. Tidak ada satu posisi yang dianggap paling sempurna untuk semua orang, tetapi perubahan posisi tubuh dapat membantu sebagian orang mengeluarkan tinja dengan lebih mudah.

Kais menyebut penggunaan bangku kecil untuk menopang kaki dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan posisi tersebut, lutut berada lebih tinggi daripada pinggul sehingga posisi tubuh menjadi lebih menyerupai jongkok.

Posisi tersebut dapat membantu proses BAB sekaligus mengurangi kebutuhan mengejan bagi sebagian orang.

Selain menggunakan pijakan kaki, tubuh juga dapat sedikit diarahkan ke depan ketika duduk di toilet. Menurut Kais, posisi ini membantu otot perut bagian bawah dan otot dasar panggul menjadi lebih rileks.

Dengan memperhatikan kebiasaan sederhana saat berada di kamar mandi, seseorang dapat membantu menjaga proses buang air besar tetap nyaman dan mengurangi kebiasaan yang berpotensi menimbulkan masalah pada area rektum dan anus.

Mungkin Anda Suka