Daftar Isi
LampungInsight.net — Lampung tercatat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi Republik Indonesia hingga pembaruan Oktober 2026, terdapat 1.419 manajer KDKMP yang tercatat di Provinsi Lampung.
Jumlah tersebut menempatkan Lampung di peringkat keenam secara nasional. Di kawasan Sumatra, Lampung berada di posisi ketiga setelah Sumatra Utara dan Sumatra Selatan.
Data tersebut berasal dari dashboard Talenta Koperasi Indonesia yang dikelola Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi. Data baku hasil audit itu mencatat total 28.624 manajer KDKMP di seluruh Indonesia.
Lampung Masuk Enam Besar Nasional
Dari data yang tersedia, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah manajer KDKMP terbanyak, yakni 5.308 orang. Jawa Tengah menyusul dengan 5.140 manajer, sedangkan Jawa Barat berada di posisi ketiga dengan 3.486 orang.
Sumatra Utara menjadi provinsi non-Jawa dengan jumlah manajer terbanyak. Sebanyak 2.269 manajer tercatat di provinsi tersebut dan menempati peringkat keempat nasional.
Di bawahnya terdapat Sumatra Selatan dengan 1.433 manajer. Lampung kemudian berada satu tingkat di bawah Sumatra Selatan dengan selisih 14 orang.
Posisi Lampung ini membuat provinsi tersebut menjadi salah satu daerah dengan jumlah sumber daya pengelola KDKMP yang cukup besar secara nasional.
Setelah Lampung, Aceh tercatat memiliki 1.002 manajer, kemudian Sumatra Barat sebanyak 994 orang. Sulawesi Selatan dengan 854 manajer dan Riau sebanyak 760 orang melengkapi 10 besar nasional.
Mayoritas Manajer KDKMP Berpendidikan S1
Data Talenta Koperasi Indonesia juga menunjukkan bahwa sebagian besar manajer KDKMP yang tercatat secara nasional memiliki latar belakang pendidikan sarjana.
Dari 28.624 manajer, sebanyak 26.265 orang atau sekitar 92 persen merupakan lulusan S1. Selain itu, terdapat 1.310 lulusan D4, 966 lulusan S2, dan dua orang yang tercatat memiliki pendidikan S3.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, perempuan mendominasi komposisi manajer KDKMP. Jumlahnya mencapai 18.591 orang atau sekitar 64,9 persen, sedangkan laki-laki sebanyak 10.033 orang atau 35,1 persen.
Kementerian Koperasi juga menyiapkan pengembangan kompetensi para pengelola melalui pelatihan yang digelar di 60 Talenta Hub. Dashboard tersebut mencatat 409 kelas pelatihan telah berlangsung di 15 wilayah koordinasi PPTK.
Dari rangkaian program tersebut, sebanyak 28.624 sertifikat telah diterbitkan, termasuk bagi peserta yang saat ini tercatat berstatus tidak aktif.
Manajer Kopdes Ditargetkan Mulai Bertugas
Pemerintah sebelumnya menargetkan manajer KDKMP mulai menjalankan tugas pada awal Oktober 2026. Para manajer direkrut menggunakan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut penghasilan manajer Kopdes Merah Putih berada di kisaran Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan, termasuk gaji dan tunjangan. Besaran tersebut disesuaikan dengan wilayah penempatan dan ketentuan pengupahan yang berlaku.
Terkait sumber pembiayaan, Zulkifli mengatakan anggaran penghasilan manajer berasal dari APBN.
“APBN, APBN dong. Tapi, dari BUMN ke manajer-manajer itu melalui Agrinas Pangan,” kata Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (2/10).
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari menilai kemampuan membangun jaringan menjadi salah satu modal penting bagi manajer ketika menjalankan tugas di daerah.
“Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP di mana Anda ditempatkan,” ujar Destry dalam pelatihan manajer KDKMP di Makassar pada Juli 2026.
Posisi Lampung dalam Distribusi Manajer KDKMP
Dengan 1.419 manajer, Lampung berada di posisi keenam dari seluruh provinsi yang tercatat dalam dashboard Talenta Koperasi Indonesia.
Angka tersebut merupakan jumlah peserta atau manajer yang masuk dalam data baku hasil audit, bukan jumlah koperasi yang telah dipastikan beroperasi maupun jumlah manajer yang seluruhnya sudah aktif menjalankan tugas.
Data tersebut juga masih bersifat dinamis sehingga jumlahnya dapat berubah mengikuti pembaruan sistem Kementerian Koperasi.
Bagi Lampung, posisi ini menunjukkan besarnya porsi sumber daya pengelola yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan KDKMP di tingkat desa dan kelurahan.








