Daftar Isi
LampungInsight.net – KMP Port Link III dikabarkan kembali menuju lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni setelah sebelumnya dialihkan untuk mendukung layanan Long Distance Ferry (LDF) rute Surabaya–Makassar. Informasi tersebut disampaikan ShipMania Community melalui akun media sosial pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar, kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) itu telah meninggalkan perairan Tanjung Perak, Surabaya. Dalam pemantauan MarineTraffic yang dirujuk dalam informasi tersebut, KMP Port Link III terdeteksi sedang berlayar di Laut Jawa dengan kecepatan sekitar 13,8 knot.
Kapal diperkirakan tiba di perairan Merak paling lambat pada Minggu, 25 Oktober 2026. Namun, waktu tersebut masih berupa perkiraan perjalanan dan belum menjadi jadwal kedatangan maupun pengoperasian yang diumumkan secara resmi.
KMP Port Link III Sebelumnya Melayani Rute Surabaya-Makassar
Sebelum dikabarkan kembali ke lintasan Merak–Bakauheni, KMP Port Link III dialihkan untuk mendukung layanan penyeberangan jarak jauh rute Surabaya–Makassar. Kabar pergerakan kapal ini pun menjadi perhatian karena lintasan Merak–Bakauheni merupakan jalur utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.
Kembalinya kapal tersebut berpotensi menambah pilihan armada yang dapat digunakan untuk melayani penyeberangan di Selat Sunda. Meski demikian, kepastian mengenai penempatan kapal, dermaga yang akan dilayani, serta waktu mulai beroperasi tetap bergantung pada keputusan operator dan pengaturan di pelabuhan.
Dikaitkan dengan Insiden KMP Batumandi
Kabar kemungkinan kembalinya KMP Port Link III mencuat setelah KMP Batumandi mengalami kebakaran di sekitar perairan Pelabuhan Merak pada Selasa, 20 Oktober 2026. Insiden itu terjadi ketika kapal sedang mendekati Dermaga VI Pelabuhan Merak setelah berangkat dari Bakauheni.
PT ASDP Indonesia Ferry sebelumnya mengonfirmasi insiden tersebut. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi, sementara penyebab kebakaran masih ditangani oleh pihak berwenang. Informasi mengenai penanganan insiden juga disampaikan melalui pemberitaan ANTARA dan instansi terkait.
Kementerian Perhubungan pada 22 Oktober 2026 turut menyampaikan perkembangan penanganan KMP Batumandi, termasuk tindak lanjut terhadap kondisi kapal dan koordinasi untuk menjaga keselamatan pelayaran. Sementara itu, ASDP menyatakan layanan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal dan kapal pengganti telah dioperasikan untuk melayani penumpang di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.
Dengan adanya keterangan tersebut, kaitan antara insiden KMP Batumandi dan kabar kembalinya KMP Port Link III belum dapat dipastikan. Belum ada keterangan resmi yang ditemukan dalam penelusuran mengenai apakah pergerakan Port Link III memang dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian armada setelah insiden tersebut.
Jadwal Operasional Masih Menunggu Kepastian
Hingga berita ini disusun, informasi yang beredar masih berfokus pada pergerakan kapal dan perkiraan waktu kedatangannya di perairan Merak. Belum ada konfirmasi resmi yang dapat memastikan kapan KMP Port Link III mulai kembali melayani penumpang dan kendaraan pada lintasan Merak–Bakauheni.
Masyarakat yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni maupun sebaliknya disarankan tetap memantau pengumuman ASDP dan informasi layanan pelabuhan. Perkiraan posisi kapal dari sistem pelacakan tidak serta-merta menunjukkan bahwa kapal sudah siap melayani penyeberangan reguler.
Apabila KMP Port Link III benar-benar kembali ditempatkan di lintasan tersebut, pengoperasiannya diharapkan dapat mendukung kebutuhan layanan penyeberangan antara Jawa dan Sumatra. Namun, kepastian mengenai jadwal, rute, dan penempatannya tetap perlu menunggu informasi dari pihak operator.








