Daftar Isi
LampungInsight.net – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di ruas Simpang Tanjung Karang–Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, pada Senin, 19 Oktober 2026. Pengaturan arus kendaraan ini dilakukan seiring pekerjaan preservasi jalan menggunakan metode slurry seal, khususnya di Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam.
Pekerjaan tersebut bertujuan mempertahankan kondisi permukaan jalan agar kualitas perkerasan tetap terjaga. Selama pengerjaan berlangsung, satu lajur dari tiga lajur yang tersedia akan ditutup secara bertahap menyesuaikan tahapan pekerjaan di lapangan.
Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan BPJN Lampung melalui akun Instagram resminya. Pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu-rambu, mengurangi kecepatan, dan mengikuti arahan petugas untuk menjaga keselamatan selama melintasi kawasan proyek.
Pekerjaan Slurry Seal Berlangsung Pukul 09.00–15.00 WIB
BPJN Lampung menjadwalkan pekerjaan preservasi jalan pada pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Waktu tersebut dipilih di luar jam sibuk untuk membantu mengurangi potensi gangguan terhadap aktivitas lalu lintas di kawasan perkotaan.
Dalam pelaksanaannya, penutupan lajur akan dilakukan secara bertahap. Artinya, pengaturan kendaraan menyesuaikan bagian jalan yang sedang dikerjakan, bukan menutup seluruh ruas secara bersamaan.
Lapisan slurry seal juga membutuhkan waktu untuk mengering sebelum dapat dilalui kendaraan. Berdasarkan informasi BPJN Lampung, proses pengeringan diperkirakan memerlukan sekitar empat jam setiap harinya.
Selama lapisan belum siap digunakan, pengendara perlu mematuhi pembatasan yang diterapkan petugas. Melintasi permukaan yang masih dalam proses pengerjaan dapat mengganggu hasil pekerjaan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Jalan Teuku Umar dan ZA Pagar Alam Jadi Lokasi Pekerjaan
Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam merupakan ruas penting dalam jaringan lalu lintas Kota Bandar Lampung. Aktivitas kendaraan di kawasan ini perlu diperhatikan selama pekerjaan berlangsung karena penutupan satu lajur dapat memengaruhi kelancaran arus kendaraan.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas, pengendara perlu memperhitungkan kemungkinan perlambatan ketika mendekati titik pengerjaan. Pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut pada siang hari juga disarankan mematuhi petunjuk pengalihan atau pengaturan arus apabila diterapkan petugas.
BPJN Lampung tidak menyatakan bahwa seluruh ruas akan ditutup total. Informasi yang disampaikan menyebutkan penutupan dilakukan terhadap satu dari tiga lajur secara bertahap sesuai kebutuhan pekerjaan.
Karena itu, pengendara tetap perlu memperhatikan situasi aktual di lokasi. Kondisi lalu lintas dapat berubah mengikuti tahapan preservasi, posisi pengerjaan, dan proses pengeringan material.
Apa Itu Slurry Seal?
Slurry seal merupakan metode pemeliharaan permukaan jalan dengan menggunakan campuran aspal emulsi, agregat halus, bahan pengisi, dan air. Campuran tersebut dihamparkan sebagai lapisan tipis untuk membantu melindungi permukaan perkerasan dan mempertahankan kondisi jalan.
Metode ini umumnya digunakan sebagai bagian dari pemeliharaan preventif, terutama ketika permukaan jalan masih dapat dipertahankan melalui penanganan yang sesuai. Tujuannya adalah membantu menjaga kondisi perkerasan agar tidak cepat mengalami penurunan kualitas.
Meski demikian, slurry seal bukan solusi untuk semua jenis kerusakan jalan. Penanganan yang diperlukan tetap bergantung pada kondisi perkerasan, tingkat kerusakan, dan hasil evaluasi teknis. Pelaksanaan pekerjaan juga harus memperhatikan kondisi cuaca, persiapan permukaan, serta waktu pengeringan sebelum jalan dibuka kembali.
Dalam kegiatan di Bandar Lampung ini, penggunaan slurry seal menjadi bagian dari upaya BPJN Lampung menjaga kualitas ruas jalan yang ditangani.
Pengendara Diminta Mengurangi Kecepatan
Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki area proyek. Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan tidak berpindah lajur secara mendadak.
Rambu peringatan dan arahan petugas perlu menjadi acuan ketika melintasi titik pekerjaan. Pengendara juga diminta tidak menerobos pembatas yang dipasang untuk melindungi area pengerjaan dan lapisan jalan yang belum mengering.
Bagi pengguna jalan yang memiliki jadwal perjalanan penting, memperhitungkan tambahan waktu perjalanan dapat membantu mengantisipasi perlambatan lalu lintas. Pemilihan jalur alternatif dapat dipertimbangkan dengan tetap mengikuti kondisi dan pengaturan lalu lintas setempat.
BPJN Lampung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pekerjaan tersebut. Masyarakat diharapkan mendukung proses preservasi dengan mematuhi petunjuk di lapangan.
Melalui pekerjaan ini, BPJN Lampung berupaya menjaga kondisi jalan di kawasan Simpang Tanjung Karang–Tanjung Karang. Kelancaran pekerjaan dan keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian selama penanganan berlangsung.








