Lampung Insight – Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat kerja sama Lampung Malaysia melalui sejumlah langkah strategis di sektor pariwisata, investasi, konektivitas internasional, energi hijau, hingga ketenagakerjaan.
Komitmen tersebut terlihat dalam rangkaian pertemuan Rahmat Mirzani Djausal bersama Konsul Jenderal Malaysia, jajaran maskapai TransNusa, hingga perusahaan energi asal Malaysia, Citaglobal Berhad, yang berlangsung di Bandarlampung pada 12–13 Mei 2026.
Gubernur Mirza Bahas Hubungan Lampung dan Malaysia
Dalam pertemuan bersama Konsul Jenderal Malaysia, Gubernur Mirza menyampaikan hubungan Lampung dan Malaysia selama ini sudah terjalin erat, baik dalam sektor ekonomi, sosial, pariwisata, maupun ketenagakerjaan.
Menurutnya, terdapat sekitar 8.000 pekerja migran asal Lampung yang bekerja di Malaysia. Selain itu, Malaysia juga menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbesar bagi Provinsi Lampung.
Baca Juga: Curanmor Penembak Polisi di Lampung Ternyata DPO di 10 TKP, Dealer Jadi Incaran Utama!
“Hubungan Lampung dan Malaysia ini sudah sangat dekat. Banyak masyarakat Lampung yang bekerja, berusaha, maupun bepergian ke Malaysia,” ujar Mirza.
Ia menilai hubungan tersebut perlu terus diperkuat melalui kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.
Sementara itu, Konsul Jenderal Malaysia, Shahril Nizam Abdul Malek, menyambut positif peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Menurutnya, sektor pariwisata, perdagangan produk halal, dan industri tekstil memiliki prospek besar untuk dikembangkan bersama.
Penerbangan Langsung Lampung–Kuala Lumpur Mulai Didorong
Penguatan kerja sama Lampung Malaysia juga dilakukan melalui pengembangan konektivitas internasional.
Dalam pertemuan bersama TransNusa, Gubernur Mirza mendorong pembukaan penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur.
Menurutnya, jalur penerbangan internasional tersebut akan membuka akses wisatawan asing sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Kopi Merbaoe, Hidden Gem Tempat Nongkrong Baru di Bandar Lampung dengan Suasana Tenang Ala Pedesaan
Chief Executive Officer TransNusa, Dato Bernard, menilai rute Lampung–Malaysia memiliki potensi pasar yang cukup besar.
Selama ini, masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia masih harus transit melalui Jakarta.
TransNusa berencana melakukan studi mendalam dengan target awal tiga kali penerbangan dalam sepekan dan berpotensi berkembang menjadi penerbangan harian.
Lampung Tawarkan Potensi Wisata dan Hilirisasi Industri
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan berbagai potensi unggulan Lampung mulai dari sektor komoditas, industri, hingga destinasi wisata.
Salah satu destinasi yang disoroti adalah kawasan selancar Pantai Tanjung Setia di Kabupaten Pesisir Barat yang dinilai memiliki daya tarik internasional.
Baca Juga: The Nice Park Lampung Resmi Dibuka, Tawarkan Lebih dari 80 Wahana untuk Wisata Keluarga
Selain pariwisata, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong pengembangan hilirisasi industri agar daerah tidak hanya menjual komoditas mentah.
Posisi strategis Lampung yang dekat dengan Jakarta serta didukung pelabuhan laut dalam dinilai menjadi keunggulan untuk pengembangan kawasan industri baru di Sumatera bagian selatan.
Investasi Energi Hijau Jadi Fokus Kerja Sama Lampung dan Malaysia
Kerja sama Lampung Malaysia juga diperluas melalui sektor energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan bersama Citaglobal Berhad.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Citaglobal Berhad.
Fokus kerja sama meliputi:
- Floating solar panel
- Waste to Energy
- Biomassa limbah pertanian
- Kawasan industri ramah lingkungan
Gubernur Mirza mengatakan Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel.
Selain itu, Lampung juga memiliki sekitar 1,3 juta hektare potensi biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan seperti jagung, padi, singkong, nanas, hingga bagas tebu.
Melalui kerja sama strategis ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat memperluas investasi internasional, memperkuat transformasi ekonomi daerah, sekaligus mempercepat pembangunan sektor unggulan berbasis potensi lokal.







