Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Pringsewu–Kalirejo Rp23,9 Miliar

Jalan Pringsewu–Kalirejo Mulai Diperbaiki, Pemprov Lampung Gelontorkan Rp23,9 Miliar
Jalan Pringsewu–Kalirejo Mulai Diperbaiki, Pemprov Lampung Gelontorkan Rp23,9 Miliar

LAMPUNG INSIGHT — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi resmi memulai proyek perbaikan ruas Jalan Pringsewu–Kalirejo di Kabupaten Pringsewu dengan total anggaran mencapai Rp23,9 miliar.

Pembangunan jalan tersebut menggunakan konstruksi rigid pavement sepanjang 2,7 kilometer dan ditandai dengan kegiatan ground breaking yang ditinjau langsung Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Kamis (21/5/2026).

Perbaikan ini menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu pada tahun 2026.

Tiga Ruas Jalan Jadi Prioritas Pemprov Lampung

Selain ruas Pringsewu–Kalirejo, Pemerintah Provinsi Lampung juga menangani dua ruas jalan lainnya di Kabupaten Pringsewu, yakni:

  • Pringsewu–Pardasuka
  • Pardasuka–Sukamarga

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan total anggaran penanganan tiga ruas jalan tersebut mencapai Rp30,2 miliar.

Baca Juga: 92 Dapur MBG di Bandar Lampung Sudah Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

“Insyaallah di akhir Desember kondisi kemantapan dari tiga kegiatan ini bisa mencapai 87 persen. Masih ada sedikit-sedikit yang rusak,” kata Taufiq.

Ruas Jalan Pringsewu–Kalirejo sendiri memiliki panjang total 16,392 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 14,892 kilometer masuk kategori jalan mantap, sedangkan sekitar 1,5 kilometer masih dalam kondisi rusak.

Jalan Pringsewu–Kalirejo Mulai Diperbaiki, Pemprov Lampung

Banyak Lubang dan Drainase Buruk

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan sebelumnya dipenuhi lubang di sejumlah titik yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan terlihat di sisi-sisi jalan dengan lapisan aspal yang mulai mengelupas dan berlubang. Saat hujan turun, genangan air sering muncul akibat sistem drainase yang kurang baik.

Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Gunakan Rigid Pavement karena Lalu Lintas Padat

Menurut Taufiqullah, penggunaan konstruksi rigid pavement dipilih karena ruas jalan tersebut memiliki tingkat lalu lintas harian yang cukup tinggi.

“Lalu lintas kendaraan di ruas ini mencapai sekitar 12 ribu kendaraan per hari,” ujarnya.

Selain kendaraan pribadi, jalan tersebut juga dilintasi angkutan hasil pertanian dan kendaraan pengangkut pasir dengan beban berat sehingga dibutuhkan konstruksi jalan yang lebih kuat dan tahan lama.

Baca Juga: Lampung dan Banten Resmi Jadi Tuan Rumah Bersama PON XXIII 2032

Proyek pembangunan dilakukan dengan lebar jalan enam meter serta tambahan bahu jalan.

“Kalau memungkinkan total lebar jalan bisa mencapai delapan meter dengan bahu kanan kiri masing-masing satu meter, tetapi tetap menyesuaikan kondisi eksisting jalan,” jelasnya.

Drainase dan Gorong-Gorong Ikut Diperbaiki

Tak hanya fokus pada badan jalan, Pemprov Lampung juga akan memperbaiki sistem drainase dan gorong-gorong di sepanjang ruas tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi genangan air yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

Perbaikan drainase dinilai penting agar umur konstruksi jalan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat rusak akibat air yang menggenang saat musim hujan.

Wagub Jihan: Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi prioritas pemerintah daerah meski saat ini terdapat penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

“Walaupun dengan tantangan efisiensi dan penyesuaian anggaran, program prioritas pembangunan jalan tetap berjalan dan tahun 2026 progresnya hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu,” kata Jihan.

Baca Juga: Lampung 3 Besar Provinsi Penghasil Pisang Terbanyak di Indonesia Tahun 2025

Ia menyebut total ruas jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu mencapai sekitar 40 kilometer. Namun saat ini baru sekitar 23 kilometer yang berada dalam kondisi baik.

Karena itu, pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan dengan tingkat kerusakan tinggi serta volume kendaraan yang padat.

“Untuk Kabupaten Pringsewu total anggaran yang digelontorkan sekitar Rp35 miliar. Ini bentuk komitmen pemerintah provinsi karena sebelumnya progres pembangunan jalan di Pringsewu belum terlalu signifikan,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Jalan

Jihan juga mengingatkan pentingnya menjaga sistem drainase setelah proyek pembangunan selesai dilakukan.

Ia meminta masyarakat tidak menutup saluran drainase untuk kepentingan parkir ataupun bangunan liar karena dapat menghambat aliran air dan mempercepat kerusakan jalan.

Baca Juga: Kiluan dan Gigi Hiu Kini Lebih Dekat, Dulu 4 Jam Kini Hanya 2,5 Jam

Selain itu, kendaraan angkutan hasil bumi dan industri juga diimbau untuk tidak membawa muatan berlebih.

“Kalau jalan ini sama-sama dijaga, maka target kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu bisa mencapai 100 persen pada 2029,” kata Jihan.

Jalan Jadi Akses Vital Masyarakat

Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan jalan tersebut.

Menurutnya, ruas Pringsewu–Kalirejo merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat setiap hari untuk berbagai aktivitas.

“Jalan ini sangat padat. Dipakai untuk perdagangan, anak sekolah, pekerja, hingga angkutan hasil bumi,” ujarnya.

Ia juga menyebut kawasan Kalirejo merupakan salah satu daerah penghasil sayuran sehingga akses jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung distribusi hasil pertanian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *