News

Seribu Lilin Menyala di Tugu Adipura Bandar Lampung, Warga Gelar Doa

Warga Lampung menyalakan seribu lilin dan menggelar doa bersama di Tugu Adipura Bandar Lampung untuk korban bencana di Indonesia.

Warga Lampung menyalakan seribu lilin dan menggelar doa bersama di Tugu Adipura Bandar Lampung
Warga Lampung menyalakan seribu lilin dan menggelar doa bersama di Tugu Adipura Bandar Lampung| Dok. Kompas.com

LampungInsight.net – Masyarakat Lampung yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Peduli Bencana menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan seribu lilin dan menggelar doa bersama di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Minggu (27/9/2026) malam.

Kegiatan bertajuk “Pray For Indonesia: Satu Doa SWarga Lampung menyalakan seribu lilin dan menggelar doa bersama di Tugu Adipura Bandar Lampungatu Hati untuk Indonesia” tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat lintas latar belakang.

Aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak berbagai bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui spanduk yang dibentangkan di lokasi, peserta menyampaikan pesan solidaritas untuk korban banjir di Sumatra, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ratusan lilin yang dinyalakan di kawasan pusat Kota Bandar Lampung menjadi simbol harapan agar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera melewati masa sulit dan Indonesia kembali bangkit.

Diikuti Berbagai Komunitas

Penyelenggara kegiatan dari Sekber Relawan Peduli Bencana, Rina Molina, mengatakan aksi tersebut sengaja digelar untuk mengajak masyarakat menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan hari ini bertujuan untuk menggalang solidaritas, doa bersama, dan menumbuhkan kepedulian di tengah banyaknya bencana alam yang melanda Indonesia,” kata Rina di lokasi acara, Minggu malam.

Peserta yang hadir berasal dari beragam komunitas. Di antaranya pegiat alam, Siswa Pencinta Alam (Sispala), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), komunitas sepeda hingga komunitas musik.

Keberagaman peserta menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan dalam aksi tersebut, yakni membangun solidaritas tanpa melihat latar belakang kelompok maupun komunitas.

Doa dan Penyalaan Lilin

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat. Peserta mengikuti pembacaan puisi dan lantunan musik kebangsaan sebelum memasuki acara utama berupa penyalaan seribu lilin di sekitar Tugu Adipura.

Cahaya lilin yang menyala di tengah kawasan tersebut menjadi simbol doa sekaligus harapan bagi para korban dan masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.

Menurut Rina, bentuk kepedulian terhadap korban bencana tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan fisik maupun logistik.

Dukungan juga dapat diberikan melalui doa dan penguatan moral bagi mereka yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Melihat kondisi Indonesia saat ini, bentuk bantuan itu sangat beragam. Ada bantuan tenaga, materi, dan kami memilih mewujudkannya dalam bentuk doa bersama,” ujar Rina.

Aksi solidaritas tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Lampung untuk menunjukkan kepedulian terhadap berbagai bencana yang terjadi di Tanah Air.

Melalui kegiatan sederhana di pusat Kota Bandar Lampung itu, para peserta berharap pesan kemanusiaan dan semangat saling membantu dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Mungkin Anda Suka