Lifestyle

Cluttercore, Gaya Dekorasi Rumah Penuh Barang tapi Terlihat Estetik

Mengenal cluttercore, gaya dekorasi rumah yang memadukan banyak barang, warna dan koleksi pribadi tanpa membuat ruangan terasa berantakan.

Cluttercore, Gaya Dekorasi Rumah Penuh Barang tapi Terlihat Estetik
Ilustrasi Rumah Penuh Barang Terlihat Berantakan
Daftar Isi
  1. Maksimalkan Barang yang Sudah Ada
  2. Bermain dengan Layer dan Warna
  3. Cluttercore Bukan Berarti Membiarkan Rumah Berantakan
  4. Buat Rumah Terasa Lebih Personal

LampungInsight.net – Buku, gelas, vas, lampu, cermin hingga berbagai pajangan kecil bisa ditempatkan dalam satu ruangan tanpa harus membuatnya terlihat berantakan. Konsep inilah yang menjadi salah satu karakter dari gaya dekorasi interior cluttercore.

Bagi sebagian orang, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk menyimpan berbagai benda yang memiliki nilai personal. Pajangan, lukisan, koleksi buku, mainan lama hingga benda-benda kecil yang menyimpan kenangan dapat menjadi bagian dari dekorasi rumah.

Melalui konsep cluttercore, berbagai koleksi tersebut tidak harus disingkirkan. Selama ditata dan dikurasi dengan baik, ruangan yang dipenuhi barang tetap dapat terasa nyaman sekaligus memiliki karakter.

Belakangan ini, cluttercore semakin dikenal sebagai salah satu gaya dekorasi interior yang menampilkan banyak barang, warna, pola, serta elemen dekoratif dalam satu ruang.

Meski tampilannya cenderung penuh, cluttercore bukan berarti membiarkan barang ditumpuk atau diletakkan sembarangan. Setiap elemen tetap dipilih dan ditata berdasarkan karakter ruangan serta selera pemiliknya.

Gaya ini dapat memadukan warna-warna cerah, furnitur unik, karya seni, koleksi pribadi, hingga berbagai detail dekoratif yang mencerminkan kepribadian penghuni rumah.

Melansir Elle Decor, inti dari cluttercore adalah menciptakan rumah yang benar-benar terasa personal. Ruangan yang penuh dengan barang tetap harus memiliki fungsi dan penataan yang jelas.

Lantas, bagaimana menerapkan cluttercore tanpa membuat rumah terasa benar-benar berantakan?

Maksimalkan Barang yang Sudah Ada

Salah satu cara menerapkan cluttercore adalah memanfaatkan barang-barang yang sudah dimiliki di rumah.

Daripada terburu-buru membeli dekorasi baru, koleksi seperti buku, pajangan, mainan lama atau benda dengan bentuk menarik dapat digunakan sebagai elemen dekoratif.

Namun, bukan berarti seluruh barang harus dipajang sekaligus. Konsep cluttercore tetap membutuhkan proses kurasi.

Pilih benda yang dianggap sesuai dengan selera dan karakter ruangan. Setelah itu, kelompokkan barang berdasarkan ukuran, bentuk, warna atau motif.

Pengelompokan tersebut dapat membantu membuat ruangan yang penuh tetap terlihat lebih terarah. Barang-barang yang memiliki karakter berbeda pun dapat ditempatkan dalam satu area selama susunannya tetap diperhatikan.

Memanfaatkan koleksi yang sudah tersedia juga dapat membuat ruangan terasa lebih personal karena setiap benda memiliki cerita tersendiri bagi pemilik rumah.

Bermain dengan Layer dan Warna

Penataan cluttercore dapat disesuaikan dengan bentuk serta karakter setiap ruangan. Salah satu cara membuat tampilannya lebih menarik adalah dengan bermain layering dan warna.

Buku, misalnya, dapat disusun secara vertikal maupun horizontal. Sementara itu, lukisan atau karya seni tidak selalu harus digantung di dinding.

Karya seni dapat disandarkan pada permukaan tertentu untuk menghadirkan kesan yang lebih santai.

Benda-benda berukuran kecil juga dapat ditempatkan di depan elemen yang lebih besar. Susunan semacam ini dapat memberikan kedalaman sehingga sudut ruangan terlihat lebih hidup.

Warna juga menjadi salah satu elemen penting dalam cluttercore. Warna pajangan dapat disesuaikan dengan warna dinding, langit-langit maupun furnitur yang sudah ada.

Tidak ada keharusan untuk menggunakan susunan warna tertentu. Pemilik rumah dapat bereksperimen sesuai selera selama perpaduannya tetap terasa nyaman.

Dengan begitu, dekorasi tidak hanya membuat ruangan terlihat penuh, tetapi juga memperkuat karakter dan identitas pemilik rumah.

Cluttercore Bukan Berarti Membiarkan Rumah Berantakan

Meski menggunakan banyak benda sebagai dekorasi, cluttercore tidak sama dengan membiarkan barang berserakan.

Perbedaan tersebut penting diperhatikan karena terlalu banyak benda tanpa penataan yang jelas justru dapat membuat ruangan terasa sesak dan tidak nyaman.

Konsep cluttercore lebih menekankan pada proses memilih, mengelompokkan, serta menampilkan benda-benda yang memiliki arti secara terarah.

Rumah tetap harus mempertahankan fungsi utamanya sebagai tempat yang nyaman untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Karena itu, setiap barang yang ditampilkan sebaiknya memiliki tempat dan alasan tersendiri. Koleksi pribadi dapat menjadi bagian dari dekorasi, tetapi penataannya tetap perlu mempertimbangkan ruang gerak dan fungsi ruangan.

Buat Rumah Terasa Lebih Personal

Pada akhirnya, cluttercore bukan sekadar tentang memiliki banyak barang di dalam rumah.

Konsep tersebut lebih berkaitan dengan bagaimana pemilik rumah menampilkan benda-benda yang dianggap memiliki nilai, baik karena bentuknya, warnanya maupun cerita di baliknya.

Buku, lukisan, vas, cermin, lampu hingga berbagai pajangan kecil dapat menjadi bagian dari identitas sebuah ruangan ketika ditata dengan tepat.

Rumah pun tidak harus selalu mengikuti gaya minimalis dengan sedikit barang untuk terlihat nyaman. Ruangan yang penuh juga dapat terasa hangat dan menyenangkan selama penataannya dilakukan secara cermat.

Dengan mengkurasi koleksi yang sudah dimiliki, memainkan warna dan layering, serta tetap memperhatikan fungsi ruangan, konsep cluttercore dapat menghadirkan suasana rumah yang lebih personal, penuh cerita dan tetap nyaman.

Mungkin Anda Suka