Wisata

Gubernur Mirza Dukung ASITA Lampung Travel Fair 2026, Bidik Peluang Wisata Malaysia

Gubernur Mirza mendukung ASITA Lampung Travel Fair 2026 pada 30 Oktober–1 November untuk memperkuat promosi wisata dan konektivitas Lampung–Malaysia.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendukung ASITA Lampung Travel Fair 2026
Gubernur Mirza dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Lampung di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (13/10/2026).| Dok. biroadpim
Daftar Isi
  1. ASITA Lampung Travel Fair Digelar Akhir Oktober
  2. Konektivitas Lampung–Malaysia Jadi Peluang
  3. Gubernur Dorong Wisata Berbasis Pengalaman

LampungInsight.net – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi dengan pelaku industri perjalanan. Salah satu langkah yang mendapat dukungan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal adalah penyelenggaraan ASITA Lampung Travel Fair 2026, yang diharapkan memperluas pasar wisata sekaligus menjaga konektivitas penerbangan Lampung–Malaysia.

Dukungan tersebut disampaikan Mirza saat bertemu dengan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (DPD ASITA) Lampung di ruang kerja gubernur, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, pembahasan mencakup pengembangan paket perjalanan, promosi destinasi unggulan, serta upaya meningkatkan kunjungan wisatawan tidak hanya pada akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja.

Menurut Mirza, pemerataan kunjungan wisata dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan tingkat hunian hotel, memperpanjang masa tinggal wisatawan, dan memperluas dampak ekonomi pariwisata.

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mengisi kunjungan wisata pada Senin sampai Kamis. Kalau paket wisata pada hari kerja bisa tumbuh, kunjungan pada akhir pekan juga akan ikut berkembang,” ujarnya, dikutip dari keterangan Biro Administrasi Pimpinan Pemerintah Provinsi Lampung.

ASITA Lampung Travel Fair Digelar Akhir Oktober

Ketua DPD ASITA Lampung, Ahmad Al-Akhran, menyampaikan bahwa ASITA Lampung Travel Fair 2026 akan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Mall Chandra Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Mengusung tema ASITA Lampung Travel Fair Go to Malaysia 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pariwisata antara Lampung dan Malaysia. Pelaksanaannya juga melibatkan Tourism Malaysia.

Pameran tersebut dirancang untuk mempertemukan masyarakat dengan pelaku industri perjalanan secara langsung. Pengunjung nantinya dapat memperoleh informasi mengenai paket wisata, penawaran tiket pesawat, serta berbagai produk perjalanan yang ditawarkan peserta.

Selain pameran dan penjualan paket wisata, rangkaian acara direncanakan mencakup business matching, promosi wisata medis atau medical tourism, talkshow, permainan interaktif, hiburan, serta pertunjukan budaya.

Sejumlah mitra dari Malaysia juga dijadwalkan berpartisipasi, termasuk perwakilan sektor perhotelan, layanan kesehatan, dan destinasi wisata.

Penyelenggara menargetkan sekitar 25.000–30.000 pengunjung selama tiga hari acara, dengan target transaksi penjualan mencapai Rp750 juta. Target tersebut menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat potensi pasar dan peluang bisnis yang dapat dikembangkan melalui kegiatan ini.

Konektivitas Lampung–Malaysia Jadi Peluang

Penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur menjadi salah satu faktor penting di balik pengembangan kerja sama tersebut. Rute yang dioperasikan TransNusa membuka akses perjalanan yang lebih langsung antara Lampung dan Malaysia.

Konektivitas udara ini berpotensi mendukung perjalanan dua arah. Masyarakat Lampung memperoleh pilihan perjalanan ke Malaysia, sementara wisatawan Malaysia memiliki akses yang lebih mudah untuk menjelajahi destinasi di Lampung.

Namun, keberlanjutan rute penerbangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan pesawat. Permintaan pasar, keterisian penerbangan, promosi, dan kualitas produk wisata turut memengaruhi peluang rute tersebut berkembang dalam jangka panjang.

Karena itu, ASITA Lampung Travel Fair diharapkan menjadi ruang untuk mendorong minat perjalanan sekaligus memperkuat hubungan bisnis antara agen perjalanan dari kedua negara.

Bagi Lampung, peluang ini juga dapat dikembangkan untuk mempromosikan wisata alam, pulau-pulau di kawasan Bandar Lampung dan Pesawaran, wisata kuliner, serta pengalaman budaya lokal. Pengembangan paket perjalanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan dan kesiapan masing-masing destinasi.

Gubernur Dorong Wisata Berbasis Pengalaman

Mirza juga mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan paket berbasis pengalaman atau experience-based tourism. Konsep ini tidak hanya menawarkan kunjungan ke suatu tempat, tetapi juga aktivitas yang memungkinkan wisatawan mengenal karakter daerah.

Beberapa pilihan yang disorot antara lain island hopping di kawasan Bandar Lampung dan Pesawaran, snorkeling, wisata kuliner, trekking di Taman Hutan Raya (Tahura), serta wisata desa berbasis budaya Lampung.

Pengembangan produk wisata tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas layanan, aksesibilitas, dan kesiapan destinasi. Pengalaman yang baik dapat mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal, kembali berkunjung, atau merekomendasikan Lampung kepada orang lain.

Pemerintah provinsi juga melihat peluang ekonomi yang lebih luas dari peningkatan aktivitas pariwisata. Kunjungan wisatawan berpotensi memberikan dampak kepada hotel, restoran, usaha transportasi, agen perjalanan, pelaku UMKM, hingga penyedia produk ekonomi kreatif.

Dengan demikian, keberhasilan promosi tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung pameran atau transaksi selama acara. Dampak lanjutan terhadap kunjungan wisata, lama tinggal, belanja wisatawan, dan keberlangsungan usaha lokal juga penting diperhatikan.

Melalui dukungan terhadap ASITA Lampung Travel Fair 2026, Pemprov Lampung berharap promosi destinasi semakin luas dan konektivitas dengan Malaysia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kolaborasi pemerintah, agen perjalanan, maskapai, pengelola destinasi, dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk mengubah peluang tersebut menjadi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Mungkin Anda Suka