Daftar Isi
LampungInsight.net – Seorang remaja perempuan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, diserang buaya ketika beraktivitas di Sungai Way Semaka, Pekon Kalisari, Kecamatan Wonosobo, Selasa (13/10/2026) sore. Korban mengalami luka robek serius pada kaki kanan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika korban berada di sungai bersama ibunya dan seorang tetangga. Serangan mendadak itu membuat korban berteriak meminta pertolongan.
Ibu korban yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha menarik putrinya. Dengan bantuan seorang tetangga, korban akhirnya berhasil terlepas dari gigitan buaya dan segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Ibu dan Tetangga Berusaha Menyelamatkan Korban
Berdasarkan keterangan Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, korban mengalami luka robek pada kaki kanan sepanjang kurang lebih 20 sentimeter akibat gigitan buaya.
Setelah berhasil diselamatkan, korban dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pertolongan. Polisi menyebut korban telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Banjar Negoro dan kemudian diperbolehkan kembali ke rumah.
Insiden tersebut berlangsung saat korban dan keluarganya melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai. Meski jarak korban dengan ibunya relatif dekat, serangan terjadi secara tiba-tiba sehingga membutuhkan tindakan cepat untuk melepaskan korban dari gigitan reptil tersebut.
Polsek Wonosobo kemudian mendatangi kediaman korban untuk melakukan identifikasi sekaligus memantau kondisinya. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di Sungai Way Semaka karena kawasan itu diketahui berisiko mengalami kemunculan buaya.
Sumur Warga Mengering Akibat Kemarau
Peristiwa tersebut turut menyoroti kesulitan warga memperoleh air bersih ketika musim kemarau berlangsung. Kepala Pekon Kalisari, Burhanuddin, menjelaskan bahwa sejumlah sumur warga mengering sehingga masyarakat diduga terpaksa memanfaatkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mencuci pakaian.
Kondisi ini membuat sebagian warga tetap mendatangi sungai meskipun area tersebut dikenal sebagai habitat buaya. Padahal, aktivitas di sekitar perairan yang menjadi habitat satwa liar dapat menimbulkan risiko, terutama ketika warga harus turun langsung ke dalam aliran air.
Informasi mengenai kondisi sumur yang mengering tersebut disampaikan oleh kepala pekon dalam laporan Harian Pilar. Keadaan ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan warga juga berkaitan dengan akses terhadap sumber air bersih selama kemarau.
Ketergantungan pada sungai untuk kebutuhan rumah tangga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar habitat satwa liar. Karena itu, penyediaan alternatif sumber air dan peningkatan kewaspadaan di wilayah rawan menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Polisi Minta Warga Menghindari Sungai Way Semaka
Kapolsek Wonosobo mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di aliran Sungai Way Semaka. Imbauan tersebut ditujukan untuk mencegah serangan serupa, mengingat kawasan tersebut disinyalir kerap menjadi lokasi kemunculan buaya.
Warga yang biasa mencuci pakaian, mandi, atau melakukan aktivitas lain di sungai diharapkan mencari alternatif tempat yang lebih aman. Masyarakat juga perlu memperhatikan peringatan dari aparat dan perangkat pekon, terutama ketika kondisi lingkungan meningkatkan risiko interaksi dengan satwa liar.
Selain menghindari area sungai yang rawan, pemenuhan kebutuhan air bersih selama kemarau perlu menjadi perhatian bersama. Alternatif pasokan air dapat membantu mengurangi ketergantungan warga pada lokasi yang berisiko.
Peristiwa di Way Semaka menjadi pengingat bahwa aktivitas sehari-hari di sungai bisa berbahaya ketika kawasan tersebut merupakan habitat buaya. Kewaspadaan, akses air bersih yang memadai, dan kepatuhan terhadap imbauan aparat diperlukan untuk membantu melindungi keselamatan masyarakat di sekitar sungai.





