News

Dua Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Baru Konservasi

Badak sumatera Ratu dan Delilah di SRS TNWK Lampung tengah bunting. Keduanya menjadi harapan baru bagi konservasi satwa terancam punah.

Dua Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Baru Konservasi
Dua induk badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini sedang bunting. | Dok. Kementerian Kehutanan

LampungInsight.net — Kabar baik datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Dua badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, saat ini tengah bunting dan diharapkan menjadi tambahan penting bagi upaya menjaga populasi satwa yang terancam punah tersebut.

Informasi mengenai kebuntingan Ratu dan Delilah disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Badak Sedunia 2026.

Program pengembangbiakan badak sumatera di SRS TNWK hingga kini telah mencatat lima kelahiran. Kelima badak tersebut yakni Andatu yang lahir pada 2012, Delilah pada 2016, Sedah Mirah pada 2022, serta Anggi dan Indra yang lahir pada 2023.

Ratu Mengandung Anak Keempat

Per 3 Oktober 2026, Ratu tercatat tengah mengandung calon anak keempat dari pejantan Andalas.

Usia kebuntingan Ratu telah mencapai 238 hari atau sekitar 7,9 bulan. Kondisinya terus mendapatkan pemantauan dari tim medis, keeper, serta pengelola SRS TNWK.

Sementara itu, Delilah juga tengah mengandung calon anak keduanya. Kebuntingan tersebut merupakan hasil dari perkawinan dengan pejantan Harapan.

Hingga 3 Oktober 2026, usia kebuntingan Delilah tercatat mencapai 251 hari atau sekitar 8,3 bulan.

Kondisi kedua badak betina tersebut akan terus dipantau secara intensif hingga proses kelahiran.

Setiap Kelahiran Penting bagi Konservasi

Badak sumatera memiliki masa kebuntingan yang cukup panjang, yakni sekitar 15 hingga 16 bulan.

Karena itu, setiap kelahiran memiliki arti penting dalam program konservasi. Kehadiran individu baru tidak hanya menambah jumlah populasi, tetapi juga berperan dalam menjaga keragaman genetik badak sumatera.

Berdasarkan informasi Yayasan Badak Indonesia (YABI), badak sumatera saat ini berstatus kritis terancam punah. Populasi satwa tersebut di alam diperkirakan tersisa tidak lebih dari 80 ekor.

Program konservasi dan pengembangbiakan di SRS TNWK dijalankan melalui kolaborasi antara Balai Taman Nasional Way Kambas dan YABI.

Kebuntingan Ratu dan Delilah menjadi kabar penting bagi program pengembangbiakan badak sumatera di Way Kambas. Perkembangan keduanya akan terus dipantau hingga kelahiran untuk memastikan kondisi induk dan calon anak tetap terjaga.

Mungkin Anda Suka