News

Gajah Way Kambas Dipersiapkan Hidup Tanpa Rantai dan Gancu

Gajah Way Kambas mulai dipersiapkan hidup tanpa rantai dan gancu melalui pendampingan Elephant Nature Park dari Thailand.

Gajah Way Kambas Dipersiapkan Hidup Tanpa Rantai
Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas
Daftar Isi
  1. Kondisi Anak Gajah Jadi Perhatian
  2. Pengelolaan Gajah Berbasis Kesejahteraan
  3. Perubahan Metode Perawatan Gajah

LampungInsight.net — Gajah Way Kambas mulai dipersiapkan untuk menjalani pola hidup dan pergerakan yang lebih bebas tanpa penggunaan rantai dan gancu.

Proses tersebut mendapat pendampingan dari tim Elephant Nature Park (ENP) asal Chiang Mai, Thailand. Tim tersebut datang untuk melatih gajah sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengelolaan satwa yang mengutamakan kesejahteraan.

Founder and Director ENP Thailand, Saengduean “Lek” Chailert, mengatakan lima anggota tim ENP membantu melatih gajah agar dapat kembali hidup berkelompok dan secara bertahap dilepaskan dari rantai.

“Kami datang untuk melatih gajah agar menjadi kawanan, melepaskan gajah dari rantai dan membiarkan mereka menjadi keluarga lagi,” kata Lek.

Menurut Lek, pengelolaan gajah di Way Kambas saat ini masih menggunakan rantai serta hook atau gancu. Pola tersebut berbeda dengan metode yang diterapkan di ENP.

“Di sini mereka masih menggunakan rantai, masih menggunakan hook, dan itu perlu dilepaskan,” ujarnya.

Kondisi Anak Gajah Jadi Perhatian

Selain metode perawatan, Lek menyoroti kondisi sejumlah anak gajah di PKG Way Kambas. Berdasarkan pengamatannya, beberapa anak gajah membutuhkan asupan makanan dan nutrisi lebih banyak.

“Anak-anak gajah di sini cukup kurus. Mereka membutuhkan lebih banyak nutrisi dan makanan,” katanya.

Pendampingan juga dilakukan terhadap para mahout yang sehari-hari bertugas merawat gajah.

Sebelumnya, sejumlah mahout dari Indonesia telah mengikuti pelatihan di proyek ENP di Thailand. Menurut Lek, mereka telah memahami konsep perawatan gajah yang diterapkan dalam program tersebut.

“Mereka sudah menerima pelatihan di proyek kami di Thailand dan memahami konsep bagaimana merawat gajah,” ujarnya.

ENP juga mengirimkan seorang manajer mahout untuk tinggal dan bekerja bersama tim di Way Kambas selama proses pendampingan berlangsung.

Pengelolaan Gajah Berbasis Kesejahteraan

Direktur Perencanaan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Dr. Ahmad Munawir, mengatakan kehadiran tim ENP menjadi kesempatan bagi pengelola Way Kambas untuk mempelajari metode pengelolaan gajah yang lebih memperhatikan kesejahteraan satwa.

“Kita di sini bersama tim dari Elephant Nature Park di Chiang Mai, Thailand. Beliau di sini membantu mahout kita bagaimana mengelola gajah yang lebih welfare, memperhatikan kesejahteraannya tanpa menggunakan rantai dan hook. Saat ini sudah hari ketiga mereka di sini. Beberapa tim mungkin beberapa minggu ke depan masih akan standby di sini bersama mahout kita untuk melakukan pelatihan,” ucap Ahmad.

Ia mengatakan PKG Way Kambas juga memiliki sedikitnya dua dokter hewan yang bersiaga untuk mendukung penanganan serta pemantauan kondisi gajah.

Ahmad berharap pendampingan tersebut dapat mempercepat kesiapan gajah di Way Kambas untuk menjalani pola pengelolaan yang memungkinkan satwa bergerak dan hidup lebih bebas.

“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan gajah-gajah kita sudah siap untuk hidup bebas seperti yang kita bayangkan,” kata Ahmad.

Perubahan Metode Perawatan Gajah

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas, Brigjen TNI Sriyanto, mengatakan kerja sama dengan tim ENP menjadi bagian penting dalam proses perubahan pola perawatan gajah.

“Kedatangan tim Elephant Nature Park dari Thailand ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mentransfer ilmu dan pengalaman nyata dalam merawat gajah dengan standar kesejahteraan satwa modern,” ujar Sriyanto.

Menurut Sriyanto, pendampingan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan para mahout dalam menangani gajah secara humanis tanpa paksaan fisik.

“Pelatihan dari tim ENP ini memberikan pemahaman baru bagi para perawat gajah kita, sehingga proses melepaskan gajah dari belenggu rantai dan gancu dapat berjalan aman serta terukur,” pungkasnya.

Ia menambahkan, perubahan metode perawatan juga harus diikuti dengan kesiapan sarana dan prasarana di PKG Way Kambas.

“Peralihan menuju metode tanpa rantai dan gancu ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur di lapangan,” ujar Sriyanto.

Pembangunan dan perbaikan fasilitas pun terus dipercepat. Di antaranya dengan menyiapkan paddock terbuka yang aman, fasilitas pakan bernutrisi, serta area perawatan medis.

“Seluruh kegiatan pembenahan sarana ini kami kawal agar tercipta ekosistem yang benar-benar menjamin keselamatan satwa maupun petugas yang mendampinginya,” tuturnya.

Mungkin Anda Suka