Itera Digitalisasi Layanan Posyandu di Way Huwi Lewat Aplikasi PosyanduKu

Itera Luncurkan Aplikasi PosyanduKu untuk Desa Way Huwi
Aplikasi PosyanduKu untuk Desa Way Huwi | Foto: itera.ac.id

Lampung Insight – Institut Teknologi Sumatera atau Institut Teknologi Sumatera kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM).

Kali ini, Tim PkM Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Itera melaksanakan kegiatan digitalisasi layanan kesehatan di Desa Way Huwi, Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Posyandu Mawar 4 dan berfokus pada penguatan layanan kesehatan ibu serta balita melalui pemanfaatan aplikasi digital bernama PosyanduKu.

Program ini menjadi bagian dari upaya transformasi sistem pencatatan kesehatan masyarakat dari metode manual menuju sistem digital yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.

Itera Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan Desa

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Eko Dwi Nugroho, S.Kom., M.Cs., bersama sejumlah dosen Teknik Informatika Itera lainnya.

Tim pengembang terdiri dari Aidil Afriansyah, Muhammad Habib Algifari, Ilham Firman Ashari, Amirul Iqbal, Miranti Verdiana, Alya Khairunnisa Rizkita, Hafiz Budi Firmansyah, serta Arkham Zahri Rakhman.

Baca Juga: ITERA Siapkan Kawasan Komersial Baru, Berpotensi Jadi Pusat Aktivitas dan UMKM

Selain dosen, kegiatan juga melibatkan mahasiswa Itera, yakni Muklis Mustaqim, Faris Pratama, dan Aditya Wahyu Suhendar yang ikut membantu pendampingan teknis di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, Itera ingin memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat desa dan posyandu.

Digitalisasi layanan kesehatan dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pencatatan data sekaligus mempermudah proses pemantauan kesehatan warga.

PosyanduKu Permudah Pemantauan Ibu dan Balita

Aplikasi PosyanduKu menjadi inovasi utama yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu kader posyandu dalam melakukan pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu hamil maupun balita secara digital.

Melalui PosyanduKu, kader dapat mengelola data kesehatan dengan lebih sistematis menggunakan perangkat seluler.

Selain itu, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur pemantauan tumbuh kembang balita berdasarkan standar WHO.

Fitur tersebut memungkinkan kader posyandu melakukan deteksi dini apabila ditemukan risiko gangguan pertumbuhan pada anak.

Baca Juga: Itera Masuk 5 Besar Kampus dengan Permohonan Paten Sederhana Terbanyak Tahun 2025

Tak hanya itu, aplikasi juga menyediakan pengaturan jadwal imunisasi sehingga proses layanan kesehatan menjadi lebih terorganisir.

Kehadiran PosyanduKu mendapat respons positif dari masyarakat serta kader posyandu yang mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka menilai sistem digital mampu mempermudah pencatatan data dibanding metode manual yang selama ini digunakan.

Selain mempercepat proses administrasi, data yang tersimpan juga dinilai lebih aman dan mudah dipantau secara berkala.

Aplikasi Tetap Bisa Digunakan Tanpa Internet

Salah satu keunggulan utama aplikasi PosyanduKu adalah fitur offline-first yang memungkinkan aplikasi tetap berjalan tanpa koneksi internet.

Fitur ini dinilai sangat penting terutama untuk mendukung layanan kesehatan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses jaringan.

Dengan sistem tersebut, kader tetap dapat melakukan pencatatan data kesehatan meski sedang offline.

Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Ciptakan Mie Sehat dari Singkong Ramah Lingkungan

Data nantinya akan tersinkronisasi secara otomatis saat perangkat kembali terhubung ke internet.

Tim pengembang juga merancang sistem agar data yang dihimpun dapat terintegrasi dengan dashboard pemantauan layanan kesehatan.

Hal tersebut diharapkan mampu membantu fasilitas kesehatan dalam melakukan monitoring kondisi ibu hamil dan balita secara lebih cepat dan akurat.

Ketua Tim PkM, Eko Dwi Nugroho, mengatakan program digitalisasi ini akan terus dikembangkan melalui tahap pendampingan dan evaluasi sistem.

Menurutnya, masukan dari pengguna akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan aplikasi selama masa implementasi.

Itera Libatkan Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan Itera.

Selain pengembangan teknologi, kegiatan pengabdian masyarakat turut menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Mahasiswa dilibatkan dalam proses pendampingan penggunaan aplikasi hingga membantu proses teknis selama kegiatan berlangsung.

Melalui program tersebut, Itera berharap teknologi yang dikembangkan tidak hanya berhenti sebagai inovasi kampus, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemanfaatan teknologi digital di sektor kesehatan desa juga dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung pelayanan publik yang lebih modern, efektif, dan mudah diakses masyarakat.

Dengan hadirnya aplikasi PosyanduKu, layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat posyandu diharapkan menjadi lebih optimal sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *