Daftar Isi
LampungInsight.net — Pemilihan Muli Mekhanai Kampus Unila dinilai menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kemampuan komunikasi, hingga kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.
Rektor Unila Prof Lusmeilia Afriani mengatakan ajang tersebut tidak sekadar mencari mahasiswa dengan penampilan menarik. Para peserta juga dituntut memiliki kemampuan akademis dan berbagai kompetensi lainnya.
“Pemilihan Muli Mekhanai Kampus adalah ajang untuk memilih figur yang memiliki penampilan menarik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan peluang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan, kecerdasan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya,” kata Lusmeilia di Bandar Lampung, Jumat.
Menurut dia, kemampuan di bidang budaya bukan menjadi satu-satunya aspek yang dinilai dalam pemilihan tersebut. Peserta juga harus mampu menunjukkan kemampuan akademik dan kepribadian yang mendukung peran sebagai representasi mahasiswa Unila.
Karena itu, setiap peserta dituntut memberikan penampilan dan kemampuan terbaik selama mengikuti seluruh tahapan pemilihan.
Bagian dari Dies Natalis ke-61 Unila
Lusmeilia mengatakan Pemilihan Muli Mekhanai Kampus juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 Universitas Lampung.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan figur yang berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan Lampung serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kegiatan Muli Mekhanai kampus ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 Unila. Kami berharap para peserta dapat menjadi generasi muda yang mampu mengembangkan kebudayaan Lampung sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Rektor juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan percaya diri, menjunjung sportivitas, serta tetap menjaga sikap saling menghargai.
“Semoga kegiatan ini menghasilkan Muli Mekhanai yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter, mempunyai wawasan luas, dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda,” kata Lusmeilia.
Grand Final Digelar di GSG Unila
Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Universitas Lampung digelar di Gedung Serba Guna (GSG) kampus setempat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis ke-61 Unila yang mengusung tema “61 Tahun Berkarya, Bersinergi, Menjadi Pusat Inovasi Berdampak.”
Sejumlah pejabat dan undangan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tony Ferdiansyah, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Sunyono.
Hadir pula dewan juri, sponsor, pembina, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), duta kampus dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung, serta civitas akademika Unila.
Astrida Quena dan Raihan Alin Destra Satria Terpilih
Pada babak Grand Final, Astrida Quena dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih gelar Muli Universitas Lampung.
Sementara itu, gelar Mekhanai Universitas Lampung diraih Raihan Alin Destra Satria dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Keduanya menjadi figur yang terpilih dalam ajang tersebut setelah melalui rangkaian proses pemilihan.
Pemilihan Muli Mekhanai Kampus Unila diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkenalkan nilai budaya Lampung di lingkungan kampus dan masyarakat luas.








