LampungInsight.net —Sebanyak 406 Hotspot Terdeteksi di Lampung sepanjang 1 Oktober 2026. Berdasarkan data BMKG, titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji.
Data tersebut tercantum dalam Peta Sebaran Titik Panas Provinsi Lampung yang diterbitkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Tulang Bawang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 122 titik. Selanjutnya Mesuji dengan 109 titik dan Way Kanan sebanyak 52 titik.
Sementara itu, Lampung Tengah tercatat memiliki 39 titik panas, Lampung Timur 32 titik, dan Lampung Selatan 24 titik.
Berikutnya, terdapat 13 titik panas di Lampung Utara dan delapan titik di Tulang Bawang Barat. Pesisir Barat tercatat memiliki tiga titik, sedangkan Lampung Barat dan Pringsewu masing-masing terdeteksi dua titik panas.
Jika digabungkan, Tulang Bawang dan Mesuji menyumbang 231 titik dari total 406 hotspot yang terdeteksi di seluruh wilayah Lampung.
Mayoritas Hotspot Berkategori Sedang
Berdasarkan tingkat kepercayaan atau confidence, sebagian besar titik panas yang terdeteksi berada dalam kategori sedang.
Dari 406 titik tersebut, sebanyak 368 hotspot memiliki tingkat kepercayaan sedang. Kemudian 30 titik masuk kategori rendah dan delapan titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Meski jumlah hotspot mencapai ratusan, data tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa telah terjadi kebakaran di seluruh lokasi yang terdeteksi.
Hotspot merupakan indikasi adanya sumber panas di permukaan bumi yang ditangkap oleh sensor satelit. Karena itu, kondisi di lapangan tetap perlu diverifikasi untuk memastikan apakah titik tersebut berkaitan dengan kebakaran atau sumber panas lainnya.
Dua Hotspot Terdeteksi Dekat Bandara Gatot Soebroto
Selain memantau sebaran titik panas di berbagai wilayah Lampung, BMKG juga melakukan pemantauan hotspot di sekitar tiga bandara di provinsi tersebut.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak terdapat titik panas dalam radius 10 kilometer dari Bandara Radin Inten II maupun Bandara Taufiq Kiemas.
Sementara itu, dua titik panas terdeteksi dalam radius 10 kilometer dari Bandara Gatot Soebroto di Kabupaten Way Kanan. Kedua titik tersebut berada di Kecamatan Blambangan Umpu dengan tingkat kepercayaan sedang.
Titik pertama berjarak sekitar 8,12 kilometer dari bandara dan terdeteksi satelit NOAA20 pada pukul 14.01 WIB.
Adapun titik kedua berjarak sekitar 8,30 kilometer dan terdeteksi satelit SNPP pada pukul 13.42 WIB.
BMKG mencatat tidak ada hotspot dalam radius lima kilometer dari ketiga bandara yang dipantau tersebut.
Data yang digunakan merupakan hasil pemantauan pada 1 Oktober 2026 sejak pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Informasi mengenai titik panas tersebut menjadi pemantauan awal terhadap potensi sumber panas, sedangkan kepastian adanya kebakaran tetap memerlukan pemeriksaan langsung di lapangan.








