News

Tapir Terjebak di Parit Perkebunan Sawit Mesuji, Berhasil Dievakuasi

Seekor tapir ditemukan terjebak di parit perkebunan sawit PT PAL, Mesuji. Polisi, BKSDA dan warga bersama-sama melakukan proses evakuasi.

Tapir ditemukan terjebak di parit perkebunan sawit di Mesuji
Tapir ditemukan terjebak di parit perkebunan sawit di Mesuji. | Dok. Istimewa
Daftar Isi
  1. Polisi Pastikan Tapir Berhasil Dievakuasi
  2. BKSDA dan Warga Ikut Tangani Tapir
  3. Tapir Dipindahkan untuk Penanganan Lebih Lanjut

LAMPUNGINSIGHT.NET, MESUJI – Seekor tapir Sumatera (Tapirus indicus) ditemukan di area perkebunan kelapa sawit PT PAL, Desa Suka Agung, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Lampung, Minggu (21/9/2026) siang.

Satwa yang dilindungi tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Geran (25) ketika sedang beraktivitas di sekitar kawasan perkebunan.

Tapir ditemukan dalam kondisi berada di sebuah parit berlumpur. Dalam video yang diterima Lampung Geh, terlihat sejumlah warga berada di sekitar lokasi untuk membantu menjaga kondisi satwa selama proses penanganan.

Salah seorang warga tampak memberikan air menggunakan botol kemasan kepada tapir yang berada di dalam parit.

Polisi Pastikan Tapir Berhasil Dievakuasi

Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus membenarkan adanya temuan tapir di kawasan perkebunan tersebut.

“Benar, kemarin seekor hewan tapir muncul di area perkebunan,” kata Firdaus.

Setelah mengetahui keberadaan satwa tersebut, warga kemudian melaporkan temuan itu kepada tokoh masyarakat setempat. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Polsek Way Serdang.

Personel Polsek Way Serdang bersama Polres Mesuji kemudian mendatangi lokasi penemuan di Blok 13 PT PAL untuk mengamankan area.

“Mendapati laporan warga, personel kepolisian dari Polsek Way Serdang dan Polres Mesuji langsung meluncur ke lokasi kejadian di Blok 13 PT PAL untuk melakukan pengamanan area,” jelasnya.

BKSDA dan Warga Ikut Tangani Tapir

Proses penanganan melibatkan kepolisian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Petugas bersama warga melakukan penjagaan di sekitar lokasi untuk menjaga kondisi tetap terkendali sebelum tapir dievakuasi.

Puluhan warga dan pekerja perkebunan juga membantu mengondisikan situasi agar proses penanganan dapat berlangsung tanpa membuat satwa semakin tertekan.

“Anggota di lapangan bersama masyarakat dan BKSDA melakukan penjagaan serta pengamanan terhadap hewan tersebut sebelum akhirnya dilakukan proses evakuasi,” kata Firdaus.

Keberadaan warga di sekitar lokasi kemudian dikendalikan agar tidak mengganggu proses penanganan satwa yang berada dalam kondisi terjebak di parit.

Tapir Dipindahkan untuk Penanganan Lebih Lanjut

Setelah berhasil dievakuasi, tapir tersebut dipindahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Firdaus mengatakan satwa itu kemudian dibawa ke Taman Kehati sebelum rencananya diserahkan kepada pihak BKSDA.

“Untuk saat ini satwa telah dibawa ke Taman Kehati yang rencananya binatang tersebut akan dibawa ke lembaga BKSDA,” pungkasnya.

Polisi memastikan situasi di lokasi penemuan berlangsung aman dan kondusif setelah proses evakuasi dilakukan.

Tapir (Tapirus indicus) merupakan satwa yang perlu mendapat perlindungan. Karena itu, apabila masyarakat kembali menemukan satwa liar di sekitar permukiman atau area perkebunan, penanganan sebaiknya dilakukan dengan melibatkan petugas berwenang agar keselamatan satwa dan warga tetap terjaga.

Mungkin Anda Suka