Daftar Isi
LampungInsight.net — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat, Provinsi Lampung, terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui koordinasi lintas sektor.
Sekretaris Daerah Pemkab Lampung Barat Nukman mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, termasuk hingga tingkat pekon.
“Pencegahan dan percepatan penurunan stunting itu dengan menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat pekon,” kata Nukman, dikonfirmasi dari Bandarlampung, Senin.
Menurut Nukman, stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan dan pemenuhan gizi. Masalah tersebut juga menyangkut masa depan anak serta pembangunan Kabupaten Lampung Barat dalam jangka panjang.
“Berbicara tentang stunting, maka yang sedang dibicarakan tentang masa depan anak yang juga masa depan Kabupaten Lampung Barat,” ujarnya bagaimana yang dikutip dari Antara.
Penanganan Stunting Harus Konkret
Nukman menegaskan upaya percepatan penanganan stunting harus diwujudkan melalui langkah yang konkret, terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Menurut dia, penanganan tidak boleh berhenti pada rapat koordinasi maupun penyusunan dokumen. Setiap hasil koordinasi perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lapangan.
“Saya berharap rapat koordinasi percepatan penanganan stunting ini harus menentukan gerakan yang nyata, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ucap dia.
Ia menjelaskan stunting merupakan persoalan multidimensional yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah pola makan yang tidak seimbang, pola asuh, serta perilaku ibu dan anak.
Selain itu, kondisi sanitasi yang kurang baik dan keterbatasan akses terhadap air bersih juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi persoalan tersebut.
Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
Nukman mengatakan penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada satu perangkat daerah. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Sinergi diperlukan mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, pekon, puskesmas, tenaga kesehatan hingga masyarakat.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, dan pekon, serta masyarakat harus memiliki tanggung jawab yang sama agar upaya ini benar-benar memberikan hasil bagi generasi Lampung Barat ke depan,” imbuhnya.
Dengan kolaborasi tersebut, upaya pencegahan dan penurunan stunting diharapkan tidak hanya menjadi program pemerintah. Penanganan juga diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat.
Data Anak Menjadi Dasar Intervensi
Selain memperkuat koordinasi, Nukman meminta seluruh pihak memastikan ketersediaan data anak yang membutuhkan intervensi secara akurat.
Data tersebut dinilai penting sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai. Dengan data yang tersedia secara tepat, intervensi diharapkan dapat diarahkan kepada anak dan keluarga yang memang membutuhkan.
“Untuk itu kami minta seluruh pihak memastikan data anak yang membutuhkan intervensi tersedia secara akurat. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan, sehingga intervensi yang diberikan benar-benar menyasar anak dan keluarga yang membutuhkan,” kata Nukman.








