News

Profil Brigjen Yustan Alpiani, Kapolda Lampung Baru dengan Rekam Jejak Panjang di Bidang Reserse

Profil Brigjen Yustan Alpiani, Kapolda Lampung baru. Simak perjalanan karier, pengalaman reserse, dan jabatan yang pernah diembannya.

Profil Brigjen Yustan Alpiani, Kapolda Lampung Baru dengan Rekam Jejak Panjang di Bidang Reserse
Brigjen Yustan Alpiani, Kapolda Lampung Baru
Daftar Isi
  1. Lulusan Akpol 1992, Berpengalaman di Bidang Reserse
  2. Pernah Menangani Kasus Pencemaran Teluk Balikpapan
  3. Beralih ke Bidang Pengawasan dan Pendidikan Kepolisian
  4. Tantangan Yustan Alpiani Memimpin Polda Lampung

LampungInsight.net – Brigjen Pol. Yustan Alpiani mendapat amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung setelah masuk dalam daftar mutasi jabatan di lingkungan Polri pada Oktober 2026. Ia menggantikan Irjen Pol. Helfi Assegaf yang mendapat penugasan baru sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri di luar struktur organisasi.

Penunjukan Yustan tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Sebelum dipercaya memimpin Polda Lampung, ia menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri.

Nama Yustan bukan sosok baru dalam penegakan hukum. Sepanjang kariernya, ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, terutama di bidang reserse kriminal umum dan khusus. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum memimpin kepolisian di Provinsi Lampung.

Lulusan Akpol 1992, Berpengalaman di Bidang Reserse

Yustan Alpiani merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992. Ia memiliki latar belakang penugasan yang mencakup penyelidikan dan penyidikan berbagai perkara pidana, baik yang berkaitan dengan kejahatan umum maupun tindak pidana khusus.

Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan dugaan penggelapan dana perusahaan, tindak pidana pencucian uang, dan pencemaran lingkungan.

Setelah bertugas di Kalimantan Timur, Yustan dipercaya menduduki jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan. Tanggung jawab ini berkaitan dengan penanganan perkara pidana umum, termasuk kasus pembunuhan, penipuan, dan kejahatan lain yang menjadi perhatian masyarakat.

Pengalaman di dua direktorat reserse tersebut memperlihatkan luasnya bidang penugasan yang pernah dijalani Yustan. Namun, rekam jejak jabatan itu tetap perlu dipahami sebagai bagian dari perjalanan dinasnya, bukan ukuran tunggal keberhasilan dalam memimpin sebuah kepolisian daerah.

Pernah Menangani Kasus Pencemaran Teluk Balikpapan

Salah satu perkara yang tercatat dalam pemberitaan selama Yustan bertugas di Kalimantan Timur adalah pencemaran Teluk Balikpapan pada 2018. Peristiwa tersebut terjadi setelah pipa minyak bawah laut milik Pertamina mengalami kerusakan dan menyebabkan tumpahan minyak di perairan.

Dalam proses penyidikan, polisi mendalami dugaan keterlibatan kapal kargo MV Ever Judger yang jangkarnya diduga merusak pipa tersebut. Nakhoda kapal, Zhang Deyi, kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada April 2018, sebagaimana dilaporkan sejumlah media saat itu.

Kasus tersebut menjadi salah satu contoh perkara yang membutuhkan koordinasi penyidikan, pengumpulan bukti, serta penanganan aspek hukum yang berkaitan dengan lingkungan dan aktivitas pelayaran.

Saat bertugas di Sumatera Selatan, Yustan juga dikaitkan dengan penanganan kasus pembunuhan Aprianita, seorang aparatur sipil negara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang jasadnya ditemukan terkubur dan dicor semen di Palembang pada 2019. Pemberitaan saat itu mencatat keterlibatannya dalam penyampaian perkembangan penyidikan dan rekonstruksi perkara.

Beralih ke Bidang Pengawasan dan Pendidikan Kepolisian

Selain bertugas di satuan reserse, Yustan pernah mendapat penugasan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya pada bidang investigasi. Pengalaman ini memperluas lingkup penugasannya ke persoalan pengawasan dan penanganan masalah yang berkaitan dengan pertanahan.

Dalam tahap karier berikutnya, ia bertugas sebagai widyaiswara di Sespim Lemdiklat Polri. Posisi tersebut berkaitan dengan pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pembentukan kepemimpinan bagi personel kepolisian.

Pengalaman di bidang operasional, investigasi, dan pendidikan memberikan latar belakang beragam bagi Yustan sebelum mendapat penugasan sebagai Kapolda Lampung. Meski demikian, tantangan memimpin kepolisian daerah memiliki cakupan yang lebih luas karena melibatkan pengelolaan organisasi, pelayanan publik, keamanan wilayah, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat.

Tantangan Yustan Alpiani Memimpin Polda Lampung

Sebagai Kapolda Lampung, Yustan akan memimpin jajaran kepolisian di wilayah yang memiliki karakteristik beragam, mulai dari kawasan perkotaan, sentra pertanian, jalur distribusi logistik, hingga wilayah pesisir dan kawasan perlintasan antarpulau.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian kepolisian daerah mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pemberantasan kejahatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada warga. Penanganan perkara harus tetap dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Pergantian pimpinan juga menjadi momentum untuk memastikan program yang telah berjalan tetap berlanjut sekaligus mengevaluasi kebutuhan penanganan keamanan di berbagai wilayah.

Dengan latar belakang panjang di bidang reserse dan pengalaman di sejumlah lembaga, Brigjen Pol. Yustan Alpiani kini mengemban tanggung jawab baru di Lampung. Kinerja kepemimpinannya akan dinilai dari pelaksanaan tugas, profesionalitas jajaran, transparansi penegakan hukum, serta kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Mungkin Anda Suka