Daftar Isi
LAMPUNGINSIGHT.NET – Sebuah video yang memperlihatkan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi besar disertai lava pijar dan kilatan petir vulkanik viral di berbagai platform media sosial. Dalam narasi yang beredar, disebutkan aktivitas gunung meningkat drastis hingga kapal dilarang mendekat dalam radius 5 mil laut.
Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, menegaskan video yang beredar bukan merupakan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau.
“Mengenai video itu hoaks. Letusan Krakatau saat ini tidak seperti itu,” ujar Andi saat dikonfirmasi.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif
Andi menjelaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih bersifat fluktuatif. Dalam beberapa hari terakhir, erupsi hanya tercatat sebanyak dua kali.
Erupsi tersebut masing-masing terjadi pada Kamis dan Jumat, serta berlangsung pada siang hari, berbeda dengan video viral yang menampilkan letusan besar pada malam hari disertai petir vulkanik.
“Kegiatannya masih fluktuatif. Erupsi hanya terjadi satu kali pada hari Kamis dan satu kali hari Jumat, dan kejadiannya siang, bukan malam seperti di video,” jelasnya.
Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga
Meski aktivitas vulkanik masih terjadi, Andi memastikan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).
Baca Juga: PMII Lampung Demo di DPRD, Sampaikan 7 Gugatan dan Desak Evaluasi Kabinet Merah Putih
Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa adanya konfirmasi dari instansi resmi.
Masyarakat Diminta Tidak Mendekati Kawah
Pos Pantau Gunung Anak Krakatau juga mengimbau nelayan, wisatawan, maupun masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi dari otoritas vulkanologi.
Pengunjung maupun kapal nelayan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi menjaga keselamatan.
“Masyarakat harap tenang dan tidak cepat mempercayai isu-isu yang beredar. Nelayan dan wisatawan juga diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah,” tegas Andi.
Pihak Pos Pantau mengingatkan masyarakat agar selalu memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber resmi, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh video lama maupun konten yang menyesatkan dan berpotensi menimbulkan kepanikan.(hk)








