Daftar Isi
LampungInsight.net— Balai Veteriner Lampung bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung menggelar vaksinasi rabies bagi hewan penular rabies (HPR).
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada vaksinasi, tetapi juga dipadukan dengan kampanye gizi dan lapak baca. Konsep tersebut membuat edukasi mengenai kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan peningkatan pengetahuan masyarakat dilakukan dalam satu kegiatan.
Kepala Balai Veteriner Lampung, drh. Suryantana, mengatakan pihaknya menyiapkan 200 dosis vaksin rabies dalam kegiatan yang digelar di Balai Veteriner Lampung, Bandar Lampung.
“Kegiatan ini di Balai Veteriner Lampung dengan menyiapkan sebanyak 200 dosis vaksin rabies bagi hewan penular rabies,” kata Suryantana, Minggu.
Menurutnya, vaksinasi HPR merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perlindungan terhadap hewan sekaligus mencegah penularan rabies kepada manusia.
Vaksinasi Disertai Edukasi Masyarakat
Suryantana mengatakan vaksinasi rabies tidak hanya menjadi bentuk pelayanan kesehatan bagi hewan. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan rabies.
“Vaksinasi rabies tidak hanya menjadi kegiatan pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan di Lampung memiliki kekhasan karena pelaksanaan vaksinasi dipadukan dengan lapak baca dan kampanye gizi.
“Yang menarik dari kegiatan hari ini adalah kami tidak hanya berbicara tentang vaksinasi. Ada lapak baca dan kampanye gizi,” kata Suryantana.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses pelayanan vaksinasi bagi hewan, tetapi juga memperoleh ruang untuk mendapatkan edukasi dan informasi.
Masyarakat Berperan dalam Pencegahan Rabies
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Bahri, mengatakan pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena pemilik hewan peliharaan juga memiliki peran penting dalam memastikan hewan mendapatkan perlindungan dari rabies.
“Masyarakat memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin dan melaporkan apabila terjadi kasus atau kejadian yang mencurigakan,” katanya.
Ia mengatakan vaksinasi bersama tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa rabies merupakan penyakit yang dapat dicegah.
Kesadaran dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan, menurutnya, berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga serta lingkungan sekitar.
Dokter Hewan Punya Peran dalam Pencegahan
Sementara itu, Ketua PDHI Cabang Lampung, drh. Anwar Fuadi, mengatakan dokter hewan memiliki peran dalam pencegahan penyakit, bukan hanya memberikan pelayanan ketika hewan mengalami gangguan kesehatan.
“Melalui vaksinasi dan edukasi, kami ingin masyarakat semakin memahami bagaimana menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi kesehatan manusia,” kata Anwar Fuadi.
Kolaborasi antara Balai Veteriner Lampung, PDHI, pemerintah daerah, dan instansi terkait tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi rabies dan pemeliharaan kesehatan hewan.








