News

ITERA dan Desa Kiluan Negeri Luncurkan SIGERCIV untuk Pariwisata Berbasis Data

ITERA bersama Desa Kiluan Negeri meluncurkan SIGERCIV, platform digital untuk mendukung pengelolaan pariwisata desa berbasis data.

ITERA Luncurkan SIGERCIV untuk Pariwisata Desa Kiluan
Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
Daftar Isi
  1. ITERA Dorong Kolaborasi dengan Masyarakat
  2. SIGERCIV Hubungkan Wisatawan dan Pelaku Usaha
  3. Masyarakat Bahas Mekanisme Ulasan dan Transaksi
  4. Ditandai Penyerahan Berita Acara
    1. FAQ

LampungInsight.net – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama masyarakat Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, meluncurkan SIGERCIV, platform digital yang dirancang untuk mendukung pengelolaan pariwisata desa berbasis data.

Peluncuran SIGERCIV berlangsung di Lamban Kuning, Desa Kiluan Negeri, pada Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema

“Dari Desa ke Destinasi Cerdas: Penguatan Ekowisata melalui Kolaborasi dan Inovasi Digital Smart Tourism Berbasis Komunitas untuk Mendorong Kemandirian dan Daya Saing Desa Wisata Teluk Kiluan.”

Program tersebut diketuai Ira Safitri, M.Sc., dan melibatkan dosen serta mahasiswa ITERA, termasuk mahasiswa KKN Rekognisi.

Sejak 10 Agustus, tim PkM melakukan pendataan berbagai potensi yang dimiliki Desa Kiluan Negeri. Data yang dihimpun mencakup destinasi wisata, penginapan, atraksi, UMKM, layanan wisata, serta berbagai informasi pendukung lainnya yang kemudian menjadi dasar pengembangan SIGERCIV.

ITERA Dorong Kolaborasi dengan Masyarakat

Koordinator Program Studi Sains Data ITERA, Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si., mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi tersebut.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar teknologi yang dibangun benar-benar menyesuaikan kebutuhan desa dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“ITERA hadir bukan hanya untuk mengenalkan teknologi, tetapi membangun kolaborasi agar teknologi tersebut dapat tumbuh dan digunakan bersama masyarakat,” ujar Tirta.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat desa bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan platform digital untuk mendukung pengelolaan pariwisata.

SIGERCIV Hubungkan Wisatawan dan Pelaku Usaha

Ketua Pokdarwis Desa Kiluan Negeri, Riko Stefano, menyambut baik peluncuran SIGERCIV. Ia menilai keterlibatan generasi muda diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pariwisata desa.

Sementara itu, penanggung jawab riset dan pengembangan SIGERCIV, Ardika Satria, menjelaskan platform tersebut dikembangkan untuk menghubungkan wisatawan, pengelola destinasi, pelaku usaha, dan organisasi desa dalam satu ekosistem digital.

Melalui SIGERCIV, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai berbagai kebutuhan perjalanan di Desa Kiluan Negeri. Informasi yang tersedia mencakup destinasi, atraksi, seni dan budaya, penginapan, produk lokal, hingga layanan pendukung perjalanan.

Platform tersebut juga diarahkan untuk membantu wisatawan menyusun itinerary perjalanan, memberikan ulasan, serta mendukung transaksi digital menggunakan kode QR.

Dengan demikian, SIGERCIV tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyedia informasi wisata, tetapi juga dirancang untuk mendukung interaksi antara wisatawan dan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas pariwisata desa.

Masyarakat Bahas Mekanisme Ulasan dan Transaksi

Dalam sesi diskusi yang digelar bersamaan dengan kegiatan tersebut, masyarakat turut membahas sejumlah aspek teknis dalam pemanfaatan SIGERCIV.

Pembahasan mencakup mekanisme ulasan dari wisatawan, pengelolaan administrator platform, hingga skema transaksi yang dapat digunakan oleh pelaku usaha.

Masukan dan ulasan wisatawan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan maupun pengalaman selama berwisata di Desa Kiluan Negeri.

Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan platform yang dikembangkan dapat digunakan sesuai kebutuhan masyarakat dan pelaku pariwisata di desa.

Ditandai Penyerahan Berita Acara

Peluncuran SIGERCIV ditandai dengan penyerahan berita acara antara tim dosen Program Studi Sains Data ITERA dan Pokdarwis Desa Kiluan Negeri.

Penyerahan tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak untuk melanjutkan pemanfaatan sekaligus pengembangan SIGERCIV setelah program Pengabdian kepada Masyarakat berakhir.

Kolaborasi antara ITERA dan Desa Wisata Kiluan Negeri diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan data serta teknologi digital dalam pengelolaan pariwisata.

Selain mendukung pengembangan destinasi, platform tersebut juga diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Teluk Kiluan.

FAQ

Apa itu SIGERCIV?
SIGERCIV merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan pariwisata Desa Kiluan Negeri berbasis data.

Siapa yang mengembangkan SIGERCIV?
SIGERCIV dikembangkan oleh Institut Teknologi Sumatera melalui Program Studi Sains Data bersama masyarakat Desa Kiluan Negeri.

Apa saja informasi yang dapat diakses melalui SIGERCIV?
Platform tersebut menyediakan informasi mengenai destinasi, atraksi, seni dan budaya, penginapan, produk lokal, serta layanan pendukung perjalanan.

Apakah SIGERCIV dapat membantu wisatawan menyusun perjalanan?
Ya. Platform tersebut diarahkan untuk membantu wisatawan menyusun itinerary, memberikan ulasan, dan mendukung transaksi digital melalui kode QR.

Mengapa masyarakat dilibatkan dalam pengembangan SIGERCIV?
Keterlibatan masyarakat dilakukan agar teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan desa dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Mungkin Anda Suka