IHSG Menguat ke Level 6.210, Saham Perbankan dan Properti Jadi Penopang
LAMPUNG INSIGHT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (25/5/2026) di tengah mayoritas sektor saham bergerak di zona hijau dan sentimen positif dari pasar Asia.
Mengutip data RTI, IHSG naik 25,61 poin menjadi 6.187,65 dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.162,04. Bahkan, pada sesi awal perdagangan IHSG sempat menguat hingga 0,79 persen ke posisi 6.210,82.
Sementara indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat 0,63 persen menjadi 624,21.
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.187,39 hingga menyentuh level tertinggi 6.224,75. Penguatan indeks ditopang kenaikan 371 saham, sementara 142 saham melemah dan 183 saham stagnan.
Baca Juga: IDS Sumatra 2026 di Lampung Selatan Dongkrak Wisata dan Ekonomi UMKM
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 133.007 kali dengan volume transaksi mencapai 2,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp1,2 triliun.
Mayoritas sektor saham bergerak positif pada perdagangan hari ini. Sektor consumer siklikal naik 0,62 persen, sektor kesehatan menguat 0,37 persen, dan sektor keuangan naik 0,44 persen.
Selain itu, sektor properti turut melesat 0,58 persen, diikuti sektor infrastruktur yang naik 0,18 persen dan sektor transportasi menguat 0,20 persen. Sektor teknologi juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,05 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor masih mengalami tekanan. Sektor energi turun 1,61 persen, sektor basic melemah 0,94 persen, sektor industri terkoreksi 0,32 persen, serta sektor consumer nonsiklikal turun 0,40 persen.
Baca Juga: Duta Bahasa Lampung 2026 Resmi Dinobatkan, Angkat Literasi dan Bahasa Daerah
Pergerakan saham emiten besar juga bervariasi. Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) turun 2,13 persen ke level Rp2.300 per saham.
Saham ADRO sempat dibuka stagnan di posisi Rp2.350 sebelum bergerak di rentang Rp2.270 hingga Rp2.350 per saham. Nilai transaksi saham ADRO tercatat mencapai Rp25,2 miliar.
Sementara saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 3,17 persen ke posisi Rp610 per saham. Saham BRMS sempat naik ke level Rp635 sebelum akhirnya terkoreksi hingga level terendah Rp590 per saham.
Di sisi lain, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil menguat 1,85 persen menjadi Rp3.850 per saham.
Baca Juga: Prabowo Panen Raya Udang Vaname di Kebumen, Tambak Hasilkan 40 Ton per Hektare
Saham BBNI dibuka menguat dari Rp3.780 menjadi Rp3.810 per saham dan sempat menyentuh level tertinggi Rp3.860. Nilai transaksi saham BBNI tercatat mencapai Rp30,9 miliar.
Meski IHSG bergerak positif pada awal pekan, sejumlah analis masih mengingatkan potensi koreksi dalam jangka pendek.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase wave [v] dari wave A pada pola wave (2).
Menurut dia, IHSG masih berpotensi menguji area support di level 5.899.
“Area koreksi berikutnya diperkirakan menguji level 5.899 sekaligus menjadi area support kuat,” ujar Herditya.
MNC Sekuritas memperkirakan support IHSG berada di level 5.996 dan 5.899, sedangkan resistance berada di area 6.318 hingga 6.459.
Herditya juga menyebut pasar saham masih dibayangi potensi outflow akibat penyesuaian indeks MSCI dan FTSE, ditambah periode perdagangan yang relatif singkat.
Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan area support 5.890 dan resistance 6.220.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 Mei 2026 Cair Bertahap, Cek PKH, BPNT dan Bantuan Beras via NIK
Untuk rekomendasi saham, Pilarmas memilih saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Sedangkan MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Saham HRUM menjadi salah satu yang paling diperhatikan setelah melonjak 11,27 persen ke level 790 disertai peningkatan volume pembelian.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness untuk HRUM di area 730–775 dengan target harga 850 hingga 890.
Sementara saham ISAT direkomendasikan buy on weakness di area 1.965–2.020 dengan target harga 2.120 hingga 2.220.
Adapun saham PSAB yang melonjak 14,52 persen ke level 426 direkomendasikan trading buy dengan target harga 446 hingga 472.
Penguatan IHSG hari ini menunjukkan sentimen pasar mulai membaik meski investor masih mencermati potensi tekanan global dan arus modal asing dalam beberapa waktu ke depan.







