Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Juara Nasional Kompetisi Keamanan Siber Rise The Ranger 2

Heri Kurniawan
Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Prestasi Nasional di Kompetisi Keamanan Siber TNI

LAMPUNGINSIGHT.NET -Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Divisi Keamanan Siber Unit Kegiatan Mahasiswa Programming Teknokrat (UKM PROTEK) berhasil meraih prestasi dalam kompetisi keamanan siber Rise The Ranger 2 kategori Attack and Defense yang diselenggarakan oleh Satuan Siber (Satsiber) TNI.

Dalam kompetisi tersebut, tim Teknokrat berhasil menembus Top 6 Nasional dari total 60 tim peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Capaian ini menjadi salah satu prestasi mahasiswa UTI di bidang keamanan siber sekaligus menunjukkan kemampuan talenta muda Lampung untuk bersaing dalam kompetisi teknologi tingkat nasional.

Teknokrat Tembus Top 6 Nasional

Kompetisi Rise The Ranger 2 diikuti oleh 60 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia berhasil melewati tahapan kompetisi hingga masuk dalam enam besar nasional.

Dengan capaian tersebut, tim Teknokrat berada di jajaran sekitar 10 persen peserta terbaik dalam kompetisi tersebut.

Pada babak final, Teknokrat juga bersaing dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi yang memiliki reputasi di bidang teknologi dan keamanan siber, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta Institut Teknologi Bandung.

Sebelum mencapai babak final, tim Teknokrat terlebih dahulu mencatatkan hasil positif pada tahap penyisihan dengan menempati peringkat pertama.

Babak final Rise The Ranger 2 kemudian dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta.

Diperkuat Tiga Mahasiswa

Tim Divisi Keamanan Siber UKM PROTEK diperkuat tiga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.

Mereka adalah Erwin Wijaya dan Rizki Dwi Saputra dari Program Studi S1 Informatika serta Angelica Christiani Susanto dari Program Studi S1 Sistem Informasi.

Ketiganya mendapat bimbingan dari dosen UTI, Yuri Rahmanto, M.Kom., selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.

Menurut Yuri, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan tim dalam menghadapi berbagai tantangan selama kompetisi.

Ia menilai kategori Attack and Defense memberikan tantangan yang cukup tinggi karena peserta harus memiliki kemampuan untuk melakukan serangan sekaligus mempertahankan sistem yang mereka kelola.

Attack and Defense Butuh Strategi dan Kemampuan Teknis

Kategori Attack and Defense menguji kemampuan peserta dalam menghadapi dua sisi keamanan sistem secara bersamaan.

Peserta dituntut mampu menemukan dan memanfaatkan celah keamanan pada sistem lawan. Di sisi lain, mereka juga harus menjaga sistem sendiri agar tidak berhasil ditembus oleh peserta lain.

Tantangan tersebut membutuhkan pemahaman mengenai berbagai aspek keamanan siber, seperti vulnerability assessment, penetration testing, eksploitasi sistem, keamanan jaringan, pemantauan sistem, deteksi serangan hingga cyber defense.

Tidak hanya kemampuan teknis, kerja sama tim juga menjadi faktor penting. Peserta harus mampu menganalisis kondisi dengan cepat, menentukan prioritas, menyusun strategi dan mengambil keputusan dalam waktu terbatas.

Yuri mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberikan pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa karena tantangannya mendekati situasi yang dapat ditemui dalam dunia keamanan siber.

“Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana mencari celah dan melakukan serangan, tetapi juga bagaimana mempertahankan sistem, merespons serangan, dan menentukan strategi dalam waktu yang terbatas,” ujar Yuri.

Pembimbing Apresiasi Perjuangan Tim

Yuri Rahmanto mengapresiasi perjuangan Erwin, Rizki dan Angelica yang berhasil membawa Universitas Teknokrat Indonesia masuk jajaran tim terbaik nasional.

Menurutnya, persaingan dalam kompetisi tersebut cukup ketat karena peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami sangat bangga dengan perjuangan Erwin, Rizki, dan Angelica. Dari 60 tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional, mereka berhasil menembus jajaran Top 6,” kata Yuri.

Ia menambahkan, kompetisi tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktis di bidang keamanan siber.

Pengalaman menghadapi serangan, mempertahankan sistem, melakukan analisis serta menentukan strategi dalam waktu singkat dinilai dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.

Wakil Rektor Sebut Jadi Bukti Daya Saing Mahasiswa

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih tim keamanan siber tersebut.

Menurut Mahathir, keberhasilan masuk Top 6 dari 60 tim menjadi bukti bahwa mahasiswa UTI memiliki kemampuan untuk bersaing dalam kompetisi teknologi tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi nasional,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani mengikuti kompetisi di berbagai bidang.

Mahathir juga menilai perkembangan teknologi digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam bidang keamanan informasi.

Keamanan Siber Semakin Dibutuhkan

Perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap tenaga yang memiliki kemampuan keamanan siber semakin penting.

Berbagai aktivitas masyarakat, lembaga pemerintahan, perusahaan hingga sektor pendidikan kini bergantung pada sistem digital. Kondisi tersebut membuat kemampuan mendeteksi kerentanan, mencegah serangan dan menjaga keamanan informasi menjadi semakin dibutuhkan.

Bagi mahasiswa, kompetisi seperti Rise The Ranger 2 memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan secara langsung sekaligus memahami bagaimana sebuah sistem keamanan menghadapi berbagai ancaman.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga belajar mengenai komunikasi dan koordinasi tim, analisis masalah, manajemen waktu serta pengambilan keputusan.

Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk talenta digital yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghadapi persoalan teknis di dunia nyata.

Jadi Motivasi bagi Mahasiswa Lampung

Prestasi tim Divisi Keamanan Siber UKM PROTEK dalam Rise The Ranger 2 menjadi capaian yang membanggakan bagi Universitas Teknokrat Indonesia.

Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa dari Lampung mampu bersaing dengan tim dari berbagai perguruan tinggi besar di tingkat nasional.

Ke depan, pengalaman yang diperoleh dari kompetisi tersebut dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang cyber security, ethical hacking, keamanan jaringan dan teknologi informasi.

Universitas Teknokrat Indonesia juga terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui organisasi kemahasiswaan, kompetisi, penelitian maupun berbagai kegiatan pengembangan talenta digital.

Dengan masuknya tim Teknokrat ke Top 6 Nasional Rise The Ranger 2 dari 60 peserta, prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan mahasiswa di bidang teknologi dan keamanan siber mampu menghasilkan talenta yang memiliki daya saing di tingkat nasional.(**)